Hebat Bupati Nias Barat Gotong Royong di Nias Selatan, Sampah di Pasar Mandrehe Nias Barat Justru Menggunung

avatar Redaksi

NIAS BARAT,bnewsnasional.id– Kondisi kebersihan di Pasar Mandrehe, Kabupaten Nias Barat kian memprihatinkan. Berdasarkan pantauan lapangan pada Rabu (12/8/2026), 

Tumpukan sampah terlihat menggunung dan telantar, memicu aroma busuk menyengat serta serbuan lalat yang mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung pasar.

Baca Juga: Viral! APBD Ratusan Miliar Nias Barat Disebut Jadi 'Bangkai Babi', Dermawan Daeli Desak DPRD Makzulkan Bupati Eliyunus

Ironisnya, di tengah buruknya tata kelola sampah domestik ini, Bupati Nias Barat justru terlihat aktif melakukan aksi gotong royong memungut sampah di wilayah tetangga, Kabupaten Nias Selatan. Kontradiksi kebijakan ini memicu gelombang kritik dari masyarakat dan pedagang setempat yang merasa wilayahnya sendiri dianaktirikan.

Seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja meluangkan kekecewaannya secara langsung. "Ngeri kali bau busuk sampah ini. Mengapa sampah ini dibiarkan? Maunya Bapak Bupati jangan hanya memungut sampah sampai di Nias Selatan, tetapi buktikan dan berikan contoh juga di daerahmu yang sedang Bapak jabat. Kami menunggu kedatangan Bapak," keluhnya.

Baca Juga: Viral! Supir Truk Sebut Babi Muatan Diduga Pembawa Virus ASF Adalah Milik Bupati Nias Barat : Netizen Heboh, Masyarakat

Kritik serupa datang dari tokoh masyarakat Mandrehe. Ia mempertanyakan transparansi alokasi retribusi pasar yang rutin dipungut dari para pedagang, namun tidak diimbangi dengan fasilitas pengangkutan sampah yang memadai. Menurutnya, pasar sebagai pusat ekonomi harusnya menjadi prioritas pelayanan publik. 

Jika dibiarkan, tumpukan sampah ini dipastikan menjadi sarang penyakit dan mencoreng citra daerah.Hingga siaran pers ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas Perdagangan Kabupaten Nias Barat terkait keterlambatan pengangkutan sampah ini.

Baca Juga: "Uang Rakyat Jadi Bangkai di Hilimayo, Pj Kades Salahkan Wabah Babi Tapi Takut Beberkan Nilai Anggaran ke Publik"

"Pasar adalah wajah dari sebuah daerah. Sungguh sebuah ironi yang menyayat hati ketika pemimpin daerah tampak begitu hebat memimpin gotong royong pungut sampah di Nias Selatan, sementara sampah di rumah sendiri.Pasar Mandrehe dibiarkan menggunung hingga membusuk. Publik hari ini bertanya : Apakah Nias Barat tidak layak untuk dibersihkan? Rakyat membayar retribusi bukan untuk membeli janji atau menonton aksi seremonial di luar daerah, melainkan untuk mendapatkan bukti nyata pelayanan publik yang bersih, sehat, dan manusiawi. Jangan sampai retribusi jalan terus, tapi pelayanan kebersihan jalan di tempat!

Redaksi MEDIA membuka ruang klarifikasi dan hak jawab seluas-luasnya bagi Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Perdagangan Kabupaten Nias Barat untuk memberikan penjelasan terkait langkah penanganan yang akan diambil.

Berita Terbaru