Bangkalan,BnewsNasional.id – Carut-marut administrasi perpindahan dan penarikan data siswa antar-satuan pendidikan di Kabupaten Bangkalan memicu kritik pedas. Tokoh masyarakat Bangkalan, Thomas AG, mengecam keras sikap pimpinan Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat yang dinilai menutup mata dan saling lempar tanggung jawab terkait polemik sistem tiru tarik data peserta didik.
Thomas mengungkapkan, dirinya sedang mengawal kasus riil seorang siswa yang masa depannya terombang-ambing akibat kacaunya sistem administrasi ini. Berdasarkan data Verval PD (Verifikasi dan Validasi Peserta Didik), siswa tersebut tercatat resmi dan telah dinyatakan lulus dari Sekolah A. Namun, kejanggalan fatal terkuak: data siswa tersebut ternyata pernah dicatut dan ditarik oleh sekolah lain, padahal yang bersangkutan tidak pernah mendaftar di sekolah tersebut.
Baca Juga: Bukan Panitia, Bukan Pemdes: Pungutan Pedagang Rp30 Ribu di Kemah Temu Galang Diminta Diusut
“Anak itu tercantum di sekolah A dan telah diluluskan di sekolah A. Ketika dicek, anak itu memang pernah ditarik di sekolah lain, walaupun tidak daftar. Dia main tarik saja,” ujar Thomas AG dengan nada miring.
Ironisnya, alih-alih selesai, proses birokrasi penyelesaian kasus ini justru mandek. Pihak Kemenag Kabupaten mengklaim telah mengajukan perbaikan ke Kanwil hingga tingkat pusat, namun prosesnya menjadi "bola liar" yang gelap dan sulit dipantau di tingkat daerah.
Menurut Thomas, ego sektoral dan buruknya integrasi data antara sekolah di bawah naungan Disdik dan Kemenag menjadi akar masalah. Fenomena siswa Kemenag yang lulus di sekolah Disdik, atau sebaliknya, adalah hal lumrah yang seharusnya diantisipasi dengan sistem yang matang, bukan mengorbankan siswa
Thomas mengkritik tajam para pimpinan institusi yang dinilai pengecut karena melimpahkan seluruh beban kesalahan kepada operator sekolah atau petugas administrasi tingkat bawah.
“Polemik seperti ini mestinya bukan saling lempar di tataran pekerja administrasi. Saya berharap di tingkat pimpinan Kemenag dan Dinas Pendidikan harus bertemu melakukan penyelesaian,” tegasnya.
Geram dengan kelambanan birokrasi, Thomas AG melayangkan tantangan terbuka secara radikal kepada Kemenag dan Disdik Bangkalan. Jika kedua instansi tersebut tetap bungkam dan tidak menunjukkan langkah konkret, ia siap menggalang gerakan massa untuk melakukan tekanan secara horizontal.
“Apakah perlu kita kawal ramai-ramai? Wartawan, LSM, OKP, mahasiswa, dan sebagainya. Perlukah seperti itu untuk membangkitkan gairah pimpinan kita untuk bangun dan beranjak dari tempat duduknya?” tukasnya menantang.
Baca Juga: Gerak Jalan Umum Arosbaya Besok, Camat Tegaskan Peserta Wajib Jaga Etika dan Kesopanan
Thomas memastikan dirinya tidak akan mundur selangkah pun demi menyelamatkan nasib pendidikan anak-anak di Bangkalan dari cengkeraman birokrasi yang bebal.
“Kalau memang perlu begitu, ayo. Saya tantang sekali lagi, apakah Kemenag dan Dinas Pendidikan perlu dikawal ramai-ramai oleh pihak ketiga? Kalau memang perlu, akan kami dorong dan saya siap,” pungkasnya.(Team/Red)
Editor : Redaksi