Mukri Madas Nusantara Apresiasi Polrestabes Surabaya Amankan Kades Banangkah Burneh Bangkalan

avatar Redaksi

Bangkalan, bnewsnasional.id – Ketua Madas Nusantara, Mukri, membenarkan informasi terkait penahanan Kepala Desa Banangkah, Kecamatan Burneh, oleh Polrestabes Surabaya. Menurutnya, langkah aparat kepolisian tersebut merupakan bentuk komitmen dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Dia diamankan di Polrestabes sekitar tiga hari yang lalu. Ya, kami sebagai bagian dari putra daerah Bangkalan mengapresiasi kinerja rekan-rekan di Polrestabes Surabaya. Mereka menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak pandang bulu, walaupun terhadap oknum pejabat aktif seperti Kepala Desa, jika memang diduga kuat melanggar undang-undang, harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Mukri kepada wartawan.

Baca Juga: Dugaan Pencurian Kabel Telkom Kembali Terjadi, Kasus Disebut Ditangani Resmob Polrestabes

Mukri juga menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap pejabat publik harus menjadi contoh bagi aparatur pemerintah lainnya agar berhati-hati dalam menjalankan amanah. Ia menilai, kasus dugaan penggelapan yang menjerat Kades Banangkah mencerminkan perilaku tidak terpuji yang mencoreng nama baik pemerintahan desa.

Baca Juga: 2699 Personel Gabungan Polrestabes Surabaya Amankan Derby Jatim Persebaya vs Persik di Gelora Bung Tomo

“Kami juga berharap Bupati Bangkalan segera mengambil langkah sesuai tupoksinya saat mendapati ada oknum pejabatnya yang melanggar. Apalagi kalau kasusnya penggelapan, itu jelas menunjukkan perbuatan yang tidak pantas dilakukan seorang pejabat publik,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, Kepala Desa Banangkah dikabarkan diamankan oleh Polrestabes Surabaya terkait dugaan kasus penggelapan mobil rental. Foto dirinya mengenakan pakaian tahanan pun beredar di media sosial, dan sejumlah sumber membenarkan bahwa yang bersangkutan merupakan Kades Banangkah, Ahmad Fauzi.

Baca Juga: Pengedar Sabu Hangtuah Dibekuk Polrestabes Surabaya, Polisi Sita 42,9 Gram Sabu

Langkah hukum yang diambil Polrestabes Surabaya tersebut mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat Bangkalan, yang menilai bahwa tindakan tegas terhadap oknum pejabat bermasalah harus menjadi pelajaran bersama demi menjaga integritas pemerintahan desa.(Red/Team)

Berita Terbaru