Bangkalan,bnewsnasional.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang kesehatan pelajar justru menuai polemik di Kecamatan Tragah. Sebuah temuan mengejutkan mencuat setelah makanan yang dibagikan kepada siswa diduga terkontaminasi ulat.
Peristiwa itu mencuat dari video yang beredar luas di masyarakat. Dalam rekaman tersebut, terlihat paket ompreng berisi nasi, ayam, sayur, serta potongan buah yang dibagikan kepada siswa SD Soket Laok 2. Suasana mendadak berubah ketika seorang siswa berteriak kepada gurunya, mengaku menemukan ulat di dalam makanan yang diterimanya.
Baca Juga: Kejari Bangkalan Jangan Bungkam! Kasus Dana Desa Saplasah Harus Diusut, Bukan Digantung!
Insiden ini langsung memicu kekhawatiran publik, terutama terkait standar kebersihan dan pengawasan dalam distribusi MBG.
Tim media mencoba meminta klarifikasi kepada pihak penyedia, yakni SPPG Kemala Bhayangkari di Desa Karang Leman, Kecamatan Tragah. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.
Baca Juga: Halal Bihalal Lintas Sektor Arosbaya, Momentum Perkuat Sinergi dan Pelepasan Purna Tugas
Di sisi lain, Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Bangkalan angkat bicara. Koordinator Satgas, Bambang Budi Mustika, menilai kejadian tersebut sebagai bentuk kelalaian serius dalam proses penyediaan makanan.
“Ini tidak bisa dianggap sepele. SOP itu ada untuk dipatuhi, bukan diabaikan. Kami minta evaluasi total dilakukan,” tegasnya, Kamis (02/04/2026).
Satgas saat ini masih berupaya menghubungi pihak SPPG guna mendapatkan penjelasan resmi. Namun hingga kini, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi pelaksanaan program MBG di Bangkalan. Tanpa pengawasan ketat dan disiplin terhadap standar operasional, program yang bertujuan mulia ini berisiko kehilangan kepercayaan publik—bahkan membahayakan kesehatan anak-anak yang menjadi sasaran utamanya.(Team/Red)
Editor : Redaksi