Bangkalan,BnewsNasional.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MIN 1 Bangkalan menuai protes dari sejumlah wali murid. Mereka memilih menolak paket makanan yang dikirim ke sekolah karena menilai menu yang disajikan terus berulang, porsi terlalu sedikit, dan tidak lagi diminati anak-anak.
Penolakan tersebut membuat sebagian siswa diminta membawa bekal dari rumah. Menurut para wali murid, keputusan itu diambil setelah berbagai keluhan yang telah disampaikan selama beberapa waktu belum menghasilkan perubahan yang mereka rasakan.
Baca juga: SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H Subaidi: Silakan Cek Langsung ke Lokasi
Salah seorang wali murid berinisial D mengaku anaknya sudah lama enggan menghabiskan makanan dari program MBG. Ia menilai variasi menu kurang menarik karena jenis lauk dan cara pengolahannya terus berulang.
"Kalau bukan telur ya ayam. Pernah ikan, tapi menurut anak kurang matang. Bumbunya juga itu-itu saja sehingga anak-anak bosan," ujarnya, Jumat (7/8/2026).
Keluhan lain datang dari wali murid berinisial YS. Ia menilai porsi makanan yang diterima siswa belum memenuhi harapan para orang tua. Dengan nada menyindir, ia menyebut potongan ayam yang diterima anak-anak sangat kecil hingga hanya terasa seperti "arwah ayamnya".
Baca juga: Merasa Dipojokkan Korcam SPPG Arosbaya Bongkar Bukti Digital Bantah Tudingan Bungkam Soal Dapur MBG
Menurut YS, persoalan tersebut bukan baru terjadi. Ia mengaku para wali murid telah mengisi angket evaluasi sekitar dua bulan lalu dengan harapan ada pergantian pengelola dapur atau perbaikan kualitas layanan. Namun hingga kini, menurutnya, belum terlihat perubahan yang signifikan.
"Pagi tadi guru mengabarkan agar anak-anak membawa bekal sendiri karena makanan MBG tidak kami terima. Daripada anak tidak kenyang, lebih baik membawa makanan dari rumah," katanya.
Baca juga: Camat Kamal Tegaskan Tak Pernah Cawe-cawe Program MBG, Tudingan Intervensi Dinilai Tak Berdasar
Para wali murid berharap penyelenggara MBG dan pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas makanan, mulai dari variasi menu, cita rasa, hingga kecukupan porsi. Mereka juga meminta adanya perbaikan layanan agar tujuan program pemenuhan gizi bagi peserta didik benar-benar tercapai dan mendapat kepercayaan dari masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG maupun pihak sekolah terkait keluhan dan penolakan yang disampaikan sejumlah wali murid tersebut.(HNF)
Editor : Redaksi