Proyek Saluran di Bulak Banteng Disinyalir Minim Pengawasan, Pekerja Mengaku Kerja Siang Malam

avatar Redaksi

Surabaya,BnewsNasional.id – Pelaksanaan proyek pembangunan jalan paving dan saluran drainase di kawasan Jalan Bulak Banteng Suropati, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, disinyalir dikerjakan secara 'kejar tayang'. Selain pengawasan yang minim, pengerjaan di lapangan diwarnai kendala ketersediaan alat berat serta pengakuan pekerja yang memburu target waktu penyelesaian.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan ini berada di bawah naungan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemerintah Kota Surabaya TA 2026

Baca Juga: PT Konindo Panorama Konsultan Diduga Lalai Tanggung Jawab, Pelanggaran CV Nurdin Bersaudara Terus Terulang 

Saat dikonfirmasi awak media di lokasi, salah satu pekerja asal Probolinggo membeberkan bahwa pengerjaan harus rampung pada akhir pekan ini karena para pekerja hendak pulang kampung untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi.

"Ini hari Sabtu terakhir, soalnya saya mau Maulid Nabi dulu," ujar salah satu pekerja saat berbincang dengan warga setempat di lokasi proyek.

Pekerja juga menjelaskan alasan mereka tetap melangsungkan pengerjaan hingga malam hari di kawasan permukiman warga.

"Sebetulnya sore istirahat, tapi kita borongan rugi saya Dari pada tidur, kita kerjakan yang penting warga tidak apa-apa apalagi warga ingin cepat selesai," tambahnya.

Baca Juga: Kredibilitas CV Nurdin Bersaudara Dipertanyakan, PT Konindo Panorama Konsultan Dinilai Lalai Awasi Proyek SPAM 

Terkait kehadiran penanggung jawab proyek dan konsultan pengawas di lokasi, informasi dari warga dan pekerja menyebutkan bahwa pengawas lapangan berinisial B sangat jarang meninjau pengerjaan secara langsung. Sementara posisi pemborong diketahui berinisial F.

"Kalau tadi pagi datang sampai sore pulang pukul 15.00 dan Pengawasnya (inisial B) satu minggu sekali datang," ungkap pekerja.

Selain masalah pengawasan dan jam kerja borongan, proses penurunan material beton di lokasi sempat mengalami kendala teknis akibat ketersediaan armada pengangkut yang tidak dilengkapi fasilitas pengangkat (crane).

Baca Juga: Masih Terus Berulang, DPUPR Perakim & CV Global Inovasi Engineering Diduga Gagal Antisipasi Pelanggaran K3 Proyek BAZNAS

"Kalau tadi siang truknya datang dua tapi tidak ada crane-nya. Untungnya pengawas lapangan inisial B menyewa forklift," tegas salah satu warga sekitar kepada awak media.

Pantauan di lokasi memperlihatkan aktivitas pengerjaan manual pemasangan saluran beton (box culvert) menggunakan katrol tripod di tengah penerangan seadanya. Kombinasi antara minimnya pengawasan melekat, kendala logistik, dan pengerjaan borongan malam hari dikhawatirkan berdampak pada kualitas teknis bangunan serta aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pada Kamis malam 20/8/2026

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak kontraktor pelaksana CV. Achindra Karya Sentosa, konsultan pengawas CV. Wira Perdana Konsultan, serta DSDABM Kota Surabaya guna memberikan hak jawab atas temuan di lapangan.(Tim/Red)

Berita Terbaru