Wabah Penyakit Diduga Serang Ternak Babi di Sirombu, Sejumlah Ekor Mati, Kadis DKPP Nias Barat Janji Turunkan Kabid.

avatar Redaksi

NIAS BARAT,bnewsnasional.id – Masyarakat peternak babi di wilayah Sirombu, Kabupaten Nias Barat, khususnya di lingkungan Gito, Desa Hanofa, kawasan Ama Safa Maruhawa, dilanda kekhawatiran menyusul dugaan wabah penyakit yang menyerang ternak babi milik warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media BnewsNasional.id dari masyarakat setempat, sejumlah ternak babi dilaporkan mengalami sakit, bahkan banyak yang telah mati akibat penyakit yang hingga kini belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Baca Juga: 10 Bulan Tanpa Kepastian, PPPK Paruh Waktu Nias Barat Kecam Sikap Bupati yang Hanya Obral Janji dan Terus Lakukan Kajian

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama para peternak yang menggantungkan sebagian penghasilan keluarga dari usaha peternakan babi.

 

Menanggapi informasi tersebut, awak media BnewsNasional.id telah melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Nias Barat, Eka Setiaman Lomboe, S.P., melalui sambungan telepon seluler.

Dalam keterangannya, Eka Setiaman Lomboe menyampaikan bahwa informasi yang diterima akan ditindaklanjuti dengan meminta Kepala Bidang (Kabid) Peternakan melakukan pengecekan langsung di lapangan.

"Baik, terima kasih informasinya. Kami tindak lanjuti pemeriksaan agar pihak Kabid Peternakan cek di lapangan," ujar Eka Setiaman Lomboe.

Namun, ia juga menjelaskan adanya kendala dalam melakukan pemeriksaan langsung terhadap kandang yang diduga telah terjangkit penyakit.

Baca Juga: Pisah Sambut Manager PLN UP3 Nias, Pemkab Nias Barat dan PLN Kebut Pembangunan PLTD Simaeasi.

"Hanya saja kendalanya adalah tidak bisa kita ke kandang yang sudah ada wabahnya, nanti juga wabahnya bertambah. Kita lihat situasi di lapangan," jelasnya.

 

Masyarakat berharap tindak lanjut yang disampaikan Kepala DKPP tidak berhenti pada koordinasi semata, tetapi segera diwujudkan melalui langkah pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Pemeriksaan kesehatan hewan diharapkan dapat dilakukan dengan menerapkan prosedur biosekuriti, sehingga petugas dapat mengetahui penyebab penyakit tanpa meningkatkan risiko penyebaran ke kandang lainnya.

Baca Juga: Klarifikasi Resmi Sekwan Nias Barat: Anggaran Pemeliharaan Rumah Dinas Ketua DPRD Tahun 2025 Tidak Ada.

Selain itu, masyarakat juga mengharapkan adanya pendampingan, pemberian informasi mengenai langkah pencegahan, serta solusi bagi peternak yang ternaknya telah terdampak.

Pemerintah Kabupaten Nias Barat diharapkan memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini mengingat peternakan babi merupakan salah satu sumber penghasilan masyarakat.

Publik kini menantikan langkah nyata Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Nias Barat, khususnya Bidang Peternakan, untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah kemungkinan penyebaran penyakit ke wilayah peternakan lainnya.(Tim/Red)

Berita Terbaru