Bangkalan,bnewsnasional.id - Proyek revitalisasi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMK Permahisa, Dusun Morsabe, Desa Glagga, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Proyek bernilai fantastis nyaris Rp700 juta ini dituding minim transparansi setelah Pemerintah Desa (Pemdes) setempat mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya aktivitas pembangunan tersebut.
Kepala Desa Glagga, H. Amin Jakfar, secara blak-blakan mengaku buta dan tidak tahu-menahu mengenai detail maupun kejelasan program revitalisasi di wilayahnya itu. Hingga saat ini, Pemdes Glagga belum pernah menerima surat pemberitahuan ataupun informasi resmi apa pun dari pihak sekolah maupun dinas terkait.
Baca Juga: Proyek RKB SMK Permahisa Rp696 Juta Bergulir, Kepala Sekolah Pilih Bungkam dan Tabrak Etika Desa
“Kami dari pemerintah desa sampai sekarang belum mengetahui secara jelas terkait kegiatan tersebut. Kami juga belum menerima pemberitahuan secara resmi terkait pembangunan itu,” cetus H. Amin Jakfar saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026).
H. Amin Jakfar menegaskan bahwa koordinasi bukanlah sekadar formalitas basa-basi. Terlebih, proyek ini berdiri di atas wilayah hukum Desa Glagga dan menelan anggaran negara dalam jumlah yang sangat besar. Pemdes membutuhkan kejelasan agar program tersebut tidak menjadi liar dan memicu kecurigaan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Torehkan Prestasi di Ajang Kurash, Siswa SMKN 1 Kamal Bawa Pulang Dua Medali
“Kalau memang ada kegiatan pembangunan di wilayah desa, tentunya kami berharap ada koordinasi dan pemberitahuan kepada pemerintah desa, sehingga kami juga mengetahui program apa yang sedang dilaksanakan,” cecarnya.
Meski papan proyek telah dipasang, hal itu dinilai belum menggugurkan kewajiban transparansi publik yang utuh. Masyarakat dan Pemdes masih mempertanyakan mekanisme riil pelaksanaan swakelola tersebut, siapa saja aktor di balik tim swakelola, status hukum lahan yang digunakan, hingga alasan di balik bungkamnya pihak sekolah kepada otoritas desa.
Baca Juga: Proyek Rp800 Juta SMK Permahisa Disorot Warga: Tanpa Papan Nama dan Koordinasi
Sebagai kepanjangan tangan pemerintah di tingkat basis, Pemdes Glagga menyatakan tidak berniat menghambat pembangunan pendidikan. Namun, sikap tertutup SMK Permahisa dalam mengelola dana APBN ini justru memicu tanda tanya besar terkait aspek akuntabilitas pelaksanaan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepala sekolah SMK Permahisa maupun Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Bangkalan belum memberikan klarifikasi resmi untuk menjelaskan karut-marut koordinasi proyek swakelola ratusan juta ini.(Team/Red)
Editor : Redaksi