Bangkalan, bnewsnasional.id – Proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMK Permahisa, Dusun Morsabe, Desa Glagga, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, terus menuai sorotan tajam. Proyek bernilai fantastis sekitar Rp696 juta tersebut kini menyisakan polemik akibat buruknya transparansi dan komunikasi dari pihak manajemen sekolah kepada otoritas desa setempat.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SMK Permahisa memilih bungkam seribu bahasa. Upaya konfirmasi yang dilayangkan awak media melalui pesan singkat WhatsApp terkait detail pelaksanaan kegiatan dan koordinasi wilayah sama sekali tidak direspons.
Baca Juga: Seminggu Dibiarkan Menjuntai di Pasar Bunten, Kabel PLN Ancam Nyawa Pengendara
Sikap tertutup pihak sekolah memicu kritik pedas dari tokoh masyarakat setempat. Ia menyayangkan hilangnya etika birokrasi dan sopan santun dari pihak sekolah begitu anggaran negara berhasil dicairkan.
“Dulu waktu mau mengajukan proposal, setiap hari datang minta tanda tangan kepala desa. Setelah dapat (proyeknya), kok kepala desa tidak diberi tahu sama sekali,” ujar sang tokoh dengan nada heran.
Menurutnya, polemik ini mencerminkan rendahnya pemahaman etika kepemimpinan dari pihak sekolah. Padahal, pemberitahuan kepada pemerintah desa merupakan langkah elementer dalam pelaksanaan proyek publik di wilayah hukum desa.
Baca Juga: Polres Bangkalan Dorong Peran Warga Cegah Balap Liar, Bukan Sekadar Menjadi Penonton
“Kalau kepala sekolah setidaknya ngerti etika, ya sebaiknya kepala desa diberi tahu. Bukan berarti pemerintah desa mau ikut campur dalam proyek sekolah, tetapi sebatas komunikasi dan koordinasi,” tegasnya.
Warga menegaskan bahwa pada prinsipnya masyarakat mendukung penuh peningkatan sarana pendidikan di wilayah mereka. Namun, mereka menolak keras cara-cara non-transparan yang memicu kecurigaan publik.
Baca Juga: Detik-Detik Operasi Senyap Pomal dan Intel AL Stop Belasan Kendaraan Muat Rokok Ilegal di Suramadu
“Kalau untuk kepentingan pendidikan, kami mendukung. Tetapi jangan sampai karena tidak ada komunikasi, akhirnya masyarakat bertanya-tanya. Cukup diberi tahu saja, semuanya bisa jelas,” tambahnya.
Hingga saat ini, kejelasan alokasi dan tata kelola dana Rp696 juta di SMK Permahisa masih berselimut kabut tebal. Pihak redaksi tetap membuka ruang hak jawab bagi Kepala SMK Permahisa maupun pihak terkait demi keberimbangan informasi di tengah masyarakat.(Team/Red)
Editor : Redaksi