“Sesama Sopir Jangan Saling Mendahului, Karena Perjalanan Perjuangan Harus Ditempuh Bersama”
GUNUNGSITOLI,bnewsnasional.id — Pendiri sekaligus Sekretaris Jenderal (Sekjend) Aliansi AMPERA, Yason Gea, angkat bicara terkait dinamika internal yang tengah terjadi di tubuh organisasi. Ia menyesalkan adanya agenda evaluasi kepengurusan yang dinilai dilakukan secara sepihak, tertutup, serta mengabaikan etika dan prinsip kebersamaan dalam berorganisasi.
Yason menegaskan bahwa Aliansi AMPERA didirikan di atas fondasi komitmen, nilai-nilai bersama, serta sejarah perjuangan yang digagas oleh para pendiri awal. Karena itu, menurutnya, setiap pengambilan keputusan strategis, termasuk evaluasi kepengurusan, seharusnya dilakukan dengan menghormati sejarah, mekanisme organisasi, serta melibatkan unsur-unsur penting di dalam aliansi.
“Sangat disayangkan, agenda evaluasi pengurus baru-baru ini berjalan tanpa melibatkan dan tanpa mengundang pihak pendiri awal aliansi. Tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap etika berorganisasi, asas transparansi, dan rasa hormat terhadap sejarah berdirinya Aliansi AMPERA,” ujar Yason Gea dalam keterangan tertulisnya.
KEPUTUSAN DINILAI CACAT LEGITIMASI
Menurut Yason, proses evaluasi yang dilakukan secara sepihak dan tertutup berpotensi melahirkan keputusan yang dipertanyakan legitimasi serta dapat memengaruhi soliditas internal organisasi.
Ia mengingatkan bahwa Aliansi AMPERA bukan milik kelompok atau individu tertentu yang sedang memegang jabatan, melainkan merupakan gerakan bersama yang memiliki sejarah dan cita-cita perjuangan.
“Kami menegaskan bahwa aliansi bukan milik segelintir pengurus yang sedang menjabat, melainkan sebuah gerakan bersama yang memiliki akar sejarah. Setiap upaya untuk meminggirkan peran pendiri awal adalah bentuk pengabaian terhadap marwah organisasi,” tegasnya.
“SESAMA SOPIR JANGAN SALING MENDAHULUI”
Dalam menyikapi dinamika tersebut, Yason menyampaikan pesan yang ia ibaratkan seperti perjalanan di jalan raya.
Menurutnya, dalam sebuah perjalanan, sesama sopir tidak seharusnya saling mendahului hanya karena ingin terlihat lebih cepat sampai. Setiap kendaraan memiliki jalur dan waktunya masing-masing. Yang terpenting adalah keselamatan, tujuan bersama, dan tidak saling membahayakan perjalanan.
“Sesama sopir jangan saling mendahului. Kalau kita sedang berada dalam satu perjalanan dan menuju tujuan yang sama, jangan karena ingin lebih dahulu sampai kemudian kita saling mendahului tanpa memperhatikan keselamatan dan kebersamaan. Begitu juga dalam organisasi, jangan karena persoalan jabatan atau kepemimpinan kita mengabaikan proses, sejarah dan orang-orang yang sejak awal ikut membangun perjuangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut seharusnya diselesaikan melalui dialog, musyawarah dan komunikasi yang terbuka.
TIDAK AMBISI JABATAN, TETAP DUKUNG PERJUANGAN UNTUK RAKYAT
Meski menyampaikan kritik terhadap proses evaluasi kepengurusan, Yason menegaskan bahwa pihak pendiri tidak memiliki ambisi pribadi untuk mempertahankan jabatan ataupun kekuasaan dalam organisasi.
Ia menyatakan siap menerima siapapun yang nantinya dipercaya melanjutkan kepemimpinan, sepanjang arah perjuangan tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Kita legowo dan tidak ambisi. Siapapun yang meneruskan perjuangan dalam konteks berpihak kepada kepentingan rakyat, kita dukung,” tutur Yason.
Menurutnya, yang menjadi perhatian utama bukan siapa yang memimpin, melainkan bagaimana organisasi tersebut tetap menjaga tujuan awal dan menjalankan perjuangan yang bermanfaat bagi masyarakat.
PEMBENAHAN HARUS DILAKUKAN SECARA TERBUKA
Yason kembali menggarisbawahi bahwa pembenahan organisasi merupakan hal yang positif apabila dilakukan melalui mekanisme yang terbuka, demokratis, dan melibatkan elemen-elemen penting organisasi.
Pihaknya menyesalkan apabila keputusan strategis diambil terlalu dini tanpa memberikan ruang dialog kepada pengurus inti, pendiri maupun anggota.
“Kali ini kita sangat sesalkan pengambilan keputusan yang sepihak dan terlalu dini tanpa melibatkan pengurus inti, pendiri, dan anggota. Pada prinsipnya, kita tetap dukung siapapun itu yang memimpin,” pungkasnya.
PESAN MOTIVASI
“Jangan berlomba menjadi yang paling depan dengan mengorbankan kawan seperjalanan. Dalam sebuah perjuangan, yang terpenting bukan siapa yang tiba lebih dahulu, tetapi bagaimana kita sampai pada tujuan bersama tanpa meninggalkan siapa pun di belakang.”
“Sesama sopir jangan saling mendahului. Hormati jalur masing-masing, jaga komunikasi, dan utamakan keselamatan perjalanan. Begitu pula dalam organisasi: jabatan boleh berganti, tetapi persaudaraan, etika dan tujuan perjuangan harus tetap dijaga.”
Editor : Redaksi