MPLS Ramah 2026 di SDN Sera Timur Tanamkan Karakter Anti-Bullying dan Budaya Siaga Bencana

avatar Hanif

Sumenep,bnewsnasional.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di SDN Sera Timur, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru. Selama dua hari pelaksanaan, siswa dibekali pendidikan karakter melalui edukasi anti-bullying serta pengetahuan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Kegiatan yang didukung Kelompok KKN 35 Desa Sera Timur tersebut berlangsung pada 14–15 Juli 2026 dengan melibatkan pihak sekolah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep.

Baca Juga: Gali Potensi Desa, Family Of UINSA Eksplorasi Wisata Kebun Jeruk Pak Daud di Dasok Laok

Ketua MPLS, Imam Syafi'i, S.Pd, mengatakan, hari pertama difokuskan pada pembentukan karakter siswa melalui materi pencegahan perundungan (bullying). Para siswa dikenalkan mengenai pengertian bullying, berbagai bentuknya, contoh perilaku yang termasuk perundungan, hingga pentingnya saling menghormati sesama teman.

"Selain penyampaian materi, siswa juga diajak menyanyikan afirmasi anti-bullying sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua," ujarnya.

Tak hanya itu, peserta juga mengikuti permainan edukatif menggunakan media pembelajaran Monopoli Karakter Moral. Melalui permainan tersebut, siswa belajar mengenali perilaku positif maupun negatif yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu membedakan sikap yang patut diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Memasuki hari kedua, kegiatan diisi oleh tim dari BPBD Kabupaten Sumenep yang memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana kepada seluruh siswa.

Baca Juga: Dari Limbah Bambu Menjadi Peluang Usaha, Organisasi Family Of UINSA Sumenep Belajar Budidaya Topi Jerami

Kasi Bidang Pencegahan BPBD Kabupaten Sumenep, Yanto Winarjo, S.Pd., M.Si, menjelaskan materi yang disampaikan meliputi pengenalan ancaman bencana di daerah, jenis-jenis bencana alam, langkah-langkah penyelamatan diri, hingga pertolongan pertama saat terjadi keadaan darurat.

"Pengetahuan ini penting ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak memiliki kesadaran dan kesiapan ketika menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitarnya," katanya.

Dalam penyampaian materi, tim BPBD yang juga didampingi Staf Tim Reaksi Cepat (TRC), Ach Furqan Dinata, turut memberikan berbagai solusi praktis yang dapat dilakukan siswa apabila menghadapi situasi bencana.

Baca Juga: Pembukaan KKN Kelompok 35 di Desa Sera Timur, Usung UMKM Go Digital hingga Program KRISTAL

Sementara itu, Kepala SDN Sera Timur, Fathorrozi, S.Pd, mengapresiasi sinergi Kelompok KKN 35 Desa Sera Timur bersama BPBD Kabupaten Sumenep dalam mengisi rangkaian MPLS Ramah 2026.

Menurutnya, perpaduan pendidikan karakter dan edukasi kebencanaan menjadi bekal penting bagi siswa baru agar tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama serta mampu membangun budaya sadar bencana sejak dini.

"Harapannya, nilai-nilai anti-bullying dan kesiapsiagaan bencana yang diperoleh selama MPLS dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun di lingkungan masyarakat," pungkasnya.(Team/Red)

Berita Terbaru