Jakarta,bnewsNasional.id — Tokoh pemuda Kepulauan Nias yang berdomisili di Jakarta, Juli E. Restu War, menegaskan agar Kapolri tidak berlarut-larut dalam mengambil alih penanganan pengungkapan kematian Agnis Jance Zebua. Menurutnya, langkah cepat diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.
Juli E. Restu War turut hadir dan membersamai aksi demonstrasi kemanusiaan yang digelar di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta. Dalam aksi tersebut, ia dipercaya sebagai moderator yang memandu jalannya penyampaian aspirasi para peserta aksi secara tertib dan damai.
Baca Juga: Masa Aksi Menjadi Korban Represif Saat Melakukan aksi Unjuk Rasa Didepan Mabes Polri.
Aksi yang diinisiasi oleh jajaran Pemuda Kepulauan Nias Jabodetabek bersama Forum Juang Ono Niha (FJO) dan Gerakan Mahasiswa Nias Nusantara (GMN Nusantara) diikuti ratusan peserta yang terdiri atas tokoh pemuda, aktivis, mahasiswa, kuasa hukum keluarga korban, advokat asal Nias, serta masyarakat Kepulauan Nias yang berdomisili di Jabodetabek.
Dalam pernyataannya, Juli E. Restu War menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan kepastian hukum yang jelas dan tidak berlarut-larut.
«"Kami meminta Bapak Kapolri untuk segera mengambil alih pengungkapan perkara ini. Jangan biarkan proses hukum berjalan terlalu lama tanpa kepastian. Masyarakat menunggu kejelasan, keluarga korban membutuhkan keadilan, dan negara harus hadir melalui penegakan hukum yang objektif, profesional, serta transparan," tegas Juli E. Restu War.»
Baca Juga: Monitoring Malam Takbiran, Kapolri Pastikan Pengamanan Rangkaian Perayaan Idulfitri
Melalui berbagai orasi yang disampaikan selama aksi berlangsung, massa juga mendesak dilakukan evaluasi terhadap penanganan perkara di tingkat Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Kepolisian Resor Nias. Menurut peserta aksi, lambatnya perkembangan penanganan kasus telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Aksi sempat diwarnai ketegangan antara peserta demonstrasi dan aparat keamanan yang mengakibatkan satu peserta mengalami luka serta satu peserta lainnya pingsan dan mendapat penanganan medis.
Para demonstran turut mendesak aparat penegak hukum untuk mengungkap seluruh fakta secara menyeluruh serta mengambil langkah hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab apabila alat bukti yang sah telah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan. Mereka menegaskan bahwa keluarga korban dan masyarakat berhak memperoleh kepastian hukum melalui proses yang terbuka, akuntabel, dan berkeadilan.
Baca Juga: Buka Puasa Bareng KSBSI, Kapolri Tekankan Jaga Persatuan dan Kamtibmas
Aksi berlangsung di bawah pengamanan aparat kepolisian dan berakhir dengan penyampaian komitmen bahwa jajaran Pemuda Kepulauan Nias Jabodetabek bersama seluruh elemen masyarakat akan terus mengawal perkembangan perkara tersebut hingga proses hukum berjalan secara transparan dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.
Nasional
Editor : Redaksi