Bangkalan,BnewsNasional.id – UPT Puskesmas Arosbaya menggelar Minilokakarya Lintas Sektor (Lokmin Linsek) Triwulan II di Aula UPT Puskesmas Arosbaya, Senin (21/7). Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi berbagai program kesehatan sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Arosbaya.
Minilokakarya dipimpin langsung Kepala UPT Puskesmas Arosbaya, dr. Anita Oktavia, M.Si. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Arosbaya Dedeng Suprapto, Danramil Arosbaya Kapten Caj. Sywanto, perwakilan Polsek Arosbaya Aiptu Sys Eko, para kepala desa, kader kesehatan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pemaparannya, dr. Anita menyampaikan berbagai capaian dan tantangan program kesehatan yang masih perlu mendapatkan perhatian bersama. Selain percepatan penurunan stunting, pelayanan kesehatan dasar, kesehatan lingkungan, dan kepesertaan BPJS, forum juga membahas rendahnya capaian imunisasi di sejumlah desa wilayah kerja Puskesmas Arosbaya.
Berdasarkan hasil Survei Komunitas Cepat (SKC) yang dilakukan puskesmas, rendahnya cakupan imunisasi, khususnya imunisasi polio, dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya masih kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi, minimnya dukungan keluarga terutama dari pihak ayah, serta belum optimalnya keterlibatan para pemangku kebijakan dan tokoh masyarakat dalam memberikan edukasi kepada warga.
“Hasil SKC menunjukkan bahwa keberhasilan program imunisasi tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Dukungan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, kader kesehatan, hingga keluarga sangat menentukan keberhasilan imunisasi anak,” ujar dr. Anita.
Sebagai tindak lanjut, forum menyepakati sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Di antaranya pembentukan kelompok Bapak Peduli Imunisasi sebagai wadah edukasi bagi para ayah, serta pemanfaatan media sosial melalui keterlibatan pemuda desa sebagai influencer untuk menyebarluaskan informasi kesehatan yang benar kepada masyarakat.
Selain itu, pemerintah desa juga didorong untuk lebih aktif mendukung setiap kegiatan imunisasi melalui sosialisasi, pendampingan kader, hingga penguatan komunikasi dengan warga yang masih ragu memberikan imunisasi kepada anaknya.
Sementara itu, Camat Arosbaya Dedeng Suprapto menyoroti persoalan validitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dinilai masih menjadi hambatan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya terkait kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Kami masih menemukan data DTSEN yang belum sesuai kondisi riil. Ada warga kurang mampu yang justru masuk kategori mampu sehingga kesulitan memperoleh BPJS yang ditanggung pemerintah. Data ini harus terus diperbaiki agar bantuan tepat sasaran,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Danramil Arosbaya Kapten Caj. Sywanto menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unsur pemerintah desa dalam mendukung program kesehatan, termasuk peningkatan cakupan imunisasi dan pencegahan stunting.
Baca Juga: Aplikasi SIKS-NG Error, Input Data Sosial di Arosbaya Mandek di Bawah 1 Persen!
“Persoalan kesehatan tidak bisa dibebankan kepada puskesmas semata. Pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen harus bergerak bersama karena kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan,” ujarnya.
Perwakilan Polsek Arosbaya, Aiptu Sys Eko, juga menyampaikan dukungannya terhadap seluruh program kesehatan yang dijalankan pemerintah. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia serta berperan aktif dalam menjaga kesehatan keluarga.
Melalui Minilokakarya Lintas Sektor Triwulan II ini, seluruh peserta berkomitmen memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan cakupan imunisasi, memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan, serta mewujudkan generasi Arosbaya yang sehat, terlindungi, dan bebas dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.(Team/Red)
Editor : Redaksi