Pamekasan,bnewsnasional.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 28 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar pelatihan pengolahan sampah organik di Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Senin (6/7). Kegiatan yang dipusatkan di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) Desa Pakong itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik menjadi produk yang lebih bernilai.
Melalui program tersebut, mahasiswa memperkenalkan inovasi pembuatan kompos dan pupuk organik cair (POC) dengan memanfaatkan daun kelor, ampas kopi, serta limbah organik rumah tangga. Inovasi itu diharapkan tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat bagi sektor pertanian dan membuka peluang usaha berbasis lingkungan.
Baca Juga: Diduga Kendalikan Narkoba dan Tipu - Tipu dari Dalam Lapas Narkotika Pamekasan, WBP Bebas Pakai HP
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai tahapan pengolahan sampah organik, mulai dari proses pemilahan bahan, pencacahan, pencampuran, penambahan aktivator, hingga proses fermentasi. Setelah penyampaian teori, masyarakat diajak mempraktikkan secara langsung pembuatan kompos dan POC menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Perangkat Desa Pakong, Darut Tamam, mengapresiasi langkah yang dilakukan mahasiswa KKN UTM. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya desa dalam mengoptimalkan keberadaan TPS 3R sebagai pusat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
"Program ini sangat positif karena memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kami berharap program ini tidak berhenti saat KKN selesai, tetapi terus dikembangkan hingga menjadi salah satu produk unggulan Desa Pakong," ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, warga terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Berbagai pertanyaan muncul terkait teknik fermentasi, kualitas pupuk yang dihasilkan, hingga peluang pemasaran produk organik apabila nantinya diproduksi secara berkelanjutan.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 28 UTM, Muhammad Gufron, mengatakan pihaknya berkomitmen terus mendampingi masyarakat agar inovasi tersebut dapat diterapkan secara berkesinambungan.
Baca Juga: Gali Potensi Desa, Family Of UINSA Eksplorasi Wisata Kebun Jeruk Pak Daud di Dasok Laok
"Kami ingin program ini menjadi solusi nyata dalam pengelolaan sampah organik di Desa Pakong. Dengan memanfaatkan daun kelor dan ampas kopi, masyarakat tidak hanya menghasilkan pupuk organik yang ramah lingkungan, tetapi juga memiliki peluang meningkatkan nilai ekonomi dari limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal," katanya.
Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, program tersebut diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, inovasi kompos dan POC berbasis daun kelor serta ampas kopi juga diharapkan menjadi pendukung pertanian ramah lingkungan sekaligus memperkuat potensi Desa Pakong sebagai desa yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.(Team/Red)
Editor : Redaksi