HMI Bangkalan Sentil Keras Panitia HUT RI: Jangan Berlindung di Balik Kata “Kreativitas

avatar Hanif

Bangkalan,BnewsNasional.id – Polemik pelaksanaan lomba gerak jalan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Bangkalan semakin menghangat. Sorotan kali ini datang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan yang menilai panitia tidak boleh lepas tangan terhadap berbagai bentuk aksi peserta yang dinilai keluar dari koridor kepantasan.

Ketua HMI Cabang Bangkalan, Kresna Bayu, S.H., menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak boleh diterjemahkan sebatas kebebasan berekspresi tanpa batas. Menurutnya, kreativitas dalam kegiatan publik tetap harus berjalan beriringan dengan etika, tanggung jawab dan penghormatan terhadap nilai-nilai sosial masyarakat Bangkalan.

Baca Juga: KKN Kelompok 06 STKIP PGRI Bangkalan Tutup, Semangat Kemerdekaan Hidupkan Malam Perpisahan di Buduran

“Jangan kemudian semua dibungkus dengan alasan kreativitas dan kebebasan berekspresi. Kalau sudah berada di ruang publik dan membawa nama peringatan kemerdekaan, tentu ada batas kepantasan yang harus dijaga,” tegas Kresna Bayu, Senin (10/8/2026).

Ia menilai panitia memiliki posisi penting untuk memastikan setiap peserta memahami aturan dan batasan sebelum mengikuti kegiatan. Karena itu, apabila terdapat penampilan yang dinilai tidak pantas, persoalannya bukan semata-mata menyangkut peserta, tetapi juga menyentuh sejauh mana pengawasan dan mekanisme penyaringan yang dilakukan panitia.

HMI Bangkalan menolak jika kritik terhadap penampilan peserta dianggap sebagai upaya mematikan kreativitas. Justru, menurut Kresna, kreativitas yang sehat adalah kreativitas yang mampu menghibur tanpa mengorbankan nilai kesopanan dan martabat masyarakat.

“Kami bukan anti-kreativitas. Silakan masyarakat berkreasi, tetapi jangan sampai kreativitas kehilangan kendali. Merdeka bukan berarti bebas melakukan apa saja tanpa mempertimbangkan adab dan dampaknya terhadap masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Pj Kades Ketetang Bungkam Terkait Dugaan Pemotongan Bansos, APKBJangan Sembunyi di Balik Intervensi

Lebih jauh, HMI meminta Pemerintah Kabupaten Bangkalan bersama panitia penyelenggara tidak defensif menghadapi kritik publik. Evaluasi, kata dia, harus dilakukan secara terbuka agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada kegiatan-kegiatan berikutnya.

Menurutnya, Bangkalan memiliki identitas sosial dan budaya yang kuat. Karena itu, setiap kegiatan yang melibatkan massa dan digelar di ruang publik semestinya mempertimbangkan karakter masyarakat setempat.

“Jangan sampai acara yang seharusnya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan justru menyisakan kontroversi karena lemahnya pengawasan. Panitia harus berani mengevaluasi diri, bukan justru mencari pembenaran,” tandasnya.

Baca Juga: Dugaan Pengambilan HP Penjaga Toko Terekam CCTV, Seretan Nama Istri Kades di Bangkalan Picu Kegaduhan Publik

HMI Cabang Bangkalan berharap peringatan HUT ke-81 RI ke depan tidak hanya mengejar kemeriahan dan jumlah peserta, tetapi juga mampu menghadirkan edukasi, kreativitas dan hiburan yang tetap menghormati norma sosial.

Sebab kemerdekaan bukan sekadar bebas tampil di jalanan, tetapi juga bebas dengan tanggung jawab. Kreatif boleh, tetapi adab tidak boleh hilang. (HNF)

Berita Terbaru