Wabup Yusuf Nache: Gerakan Adat Nias Selatan Harus Rangkul Semua Ori"

avatar Redaksi

Nias Selatan, bnewsnasional.id — Wakil Bupati Nias Selatan Ir. Yusuf Nache, S.T., M.M., hadir sekaligus menjadi narasumber pada Musyawarah Daerah ke-1 Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. Kegiatan digelar di Balai Pertemuan Komunitas Adat Mbanua Taluzusua, Desa Hilisaooto, Kecamatan Siduaori, Selasa 9 Juni 2026.

Musda mengusung tema "Memperkuat Gerakan Masyarakat Adat Yang Berdaulat, Mandiri dan Bermartabat di Tano Niha" dan turut dihadiri Sekretaris Jenderal AMAN Rukka Simbolinggi.

Baca Juga: Wabup Yusuf Nache: WTP Ke-4 Motivasi Kerja, Bukan Alasan Puas. Potong Birokrasi!

Dalam arahannya, Wabup Yusuf Nache menyambut hangat kehadiran Sekjen AMAN di Nias Selatan. Ia menilai Musda ini membawa efek baik dan energi baru bagi penguatan gerakan masyarakat adat di Tano Niha.

Wabup menegaskan gerakan masyarakat adat tidak boleh berhenti di beberapa "Ori" saja. "Gerakan ini harus merangkul seluruh Ori yang ada di Nias Selatan. Kedaulatan dan martabat masyarakat adat harus dirasakan oleh semua mbanua, dari Hilimbaruzo sampai Taluzusua," ujarnya.

Baca Juga: Desak Transparansi, Warga Hayo Minta Bupati Nias Selatan Usut Dugaan Penyimpangan Dana Desa

Pemerintah Kabupaten Nias Selatan berkomitmen mendukung penuh penguatan kelembagaan adat, pelindungan wilayah adat, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat adat sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkeadilan.

Gerakan adat di Nias Selatan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Wabup Yusuf Nache mendorong seluruh "Ori" bersatu agar kedaulatan dan martabat masyarakat adat benar-benar terwujud di seluruh Tano Niha.

Baca Juga: Wakil Bupati Nias Selatan Dorong Sinergi dengan BBPJN Sumatera Utara untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur

Turut hadir anggota DPRD Nias Selatan Dapil V Fraksi PKB, Kepala Dinas Budparpora, Forkopimcam Siduaori & Idanotae, Ketua FKUB, para Kepala Desa, serta tokoh adat dan delegasi peserta dari mbanua Hilimbaruzo, Hilibuulawa, Hilianaa Hoya, Hilimbowo, dan Taluzusua. (TimRed)

Berita Terbaru