Kabel Menjuntai di Jalur Plakaran–Karang Duwak, Telkom Dituding Tutup Mata Meski Sudah Disurati Resmi

avatar Hanif

Bangkalan, bnewsnasional.id – Sikap lamban pihak Telkom kembali menuai sorotan tajam. Kabel jaringan yang menjuntai rendah di ruas jalan Plakaran–Karang Duwak, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, kini dinilai bukan sekadar gangguan visual, melainkan ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.

Ironisnya, kondisi berbahaya tersebut disebut sudah lama dilaporkan. Pemerintah Kecamatan Arosbaya mengaku telah mengirim surat resmi kepada pihak Telkom, bahkan berkali-kali melakukan komunikasi melalui telepon dan WhatsApp agar segera dilakukan pergeseran tiang dan penataan kabel. Namun hingga kini, permintaan itu diduga hanya direspons formalitas tanpa tindakan nyata di lapangan.

Baca Juga: Polsek Wiyung Tetapkan Dua Orang Sebagai Tersangka Terkait Pencurian Kabel Telkom 

Situasi tersebut muncul setelah proyek pelebaran jalan mulai berjalan. Namun sampai saat ini, kabel masih tampak melintang rendah tepat di tengah ruas jalan yang akan diperlebar, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat.

Dalam video yang beredar, kabel terlihat menggantung rendah dan nyaris menghalangi kendaraan besar yang melintas. Warga menilai kondisi itu sangat membahayakan dan berpotensi memicu kecelakaan fatal apabila terus dibiarkan tanpa penanganan cepat.

“Sudah kami kirim surat resmi ke pihak Telkom. Bahkan beberapa kali kami hubungi lewat telepon dan WhatsApp agar segera dilakukan penanganan. Tapi sampai sekarang hanya diminta mengirim foto kondisi di lapangan dan setelah itu tidak ada tindakan nyata,” tegas Camat Arosbaya saat dikonfirmasi.

Pernyataan tersebut semakin memperkuat kesan bahwa pihak Telkom terkesan abai terhadap keselamatan publik. Padahal kondisi kabel rendah sangat jelas terlihat dan proyek pelebaran jalan sudah berlangsung.

Baca Juga: Nekat Beraksi di Surabaya, Komplotan Pencuri Kabel Telkom Ditangkap

“Karena ada pelebaran jalan, otomatis tiang dan kabel harus digeser supaya aman. Tapi sampai hari ini belum ada langkah konkret sama sekali,” lanjutnya.

Warga pun mulai geram dengan buruknya respons tersebut. Mereka menilai Telkom seolah tutup mata terhadap potensi bahaya yang mengancam masyarakat setiap hari, meski laporan resmi dan komunikasi berulang kali telah dilakukan oleh pemerintah kecamatan.

“Kalau nanti sampai ada kendaraan tersangkut atau bahkan menimbulkan korban, siapa yang bertanggung jawab? Jangan tunggu ada kecelakaan baru bergerak,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.

Baca Juga: Kades Turun Langsung ke Lokasi, Kabel Menjuntai di Dlemer–Makam Agung Belum Juga Diperbaiki

Selain membahayakan pengguna jalan, kabel menjuntai itu juga dinilai dapat menghambat proses pelebaran jalan yang sedang dikerjakan. Warga berharap pihak Telkom tidak lagi berdiam diri dan segera turun tangan sebelum muncul dampak yang lebih besar.

Hingga berita ini ditulis, pihak Telkom belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan lambannya penanganan maupun surat resmi serta komunikasi via telepon dan WhatsApp yang disebut telah berkali-kali dilakukan oleh Kecamatan Arosbaya.(Team/Red)

Berita Terbaru