Bangkalan, bnewsnasional.id – Keluhan warga terkait kabel wifi yang menjuntai hingga ke badan jalan di perbatasan Desa Makam Agung dan Desa Dlemer, Kecamatan Arosbaya, terus bergulir. Hingga kini, belum terlihat adanya tindak lanjut dari pihak terkait meskipun kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan.
Kabel yang diduga milik PT Telkom Indonesia dan PT Forte Telekomunikasi Indonesia itu masih menggantung rendah dan berpotensi tersangkut kendaraan yang melintas.
Warga Desa Dlemer kembali menyampaikan harapannya agar segera dilakukan perbaikan.
“Tolong kepada pihak terkait, perihal kabel wifi yang menjuntai ke jalan dan mengganggu pengguna jalan di Desa Dlemer, mohon segera dilakukan perbaikan,” ujar salah satu warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Desa Makam Agung dan Kepala Desa Plakaran diketahui telah turun langsung ke lokasi pada sore hari untuk melihat situasi secara nyata.
Baca Juga: APH Bungkam, Tambang Galian C Diduga Ilegal di Socah Bangkalan Bebas Beroperasi
Dalam penyampaiannya di lokasi, kedua kepala desa menilai kondisi kabel tersebut memang berisiko bagi keselamatan pengguna jalan dan perlu segera ditangani.
“Kami sudah melihat langsung kondisi di lapangan. Ini memang membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua. Kami berharap pihak terkait segera melakukan penertiban atau perbaikan,” ujar Kepala Desa Makam Agung.
Senada, Kepala Desa Plakaran juga meminta agar persoalan ini tidak berlarut-larut.
Baca Juga: Dugaan "Main Mata" Proyek Hibah: Kesaksian Warga dan Aroma Korupsi di Lingkaran Oknum Dewan RO
“Jangan sampai menunggu korban dulu baru ada tindakan. Kami berharap pihak yang bertanggung jawab segera turun tangan demi keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Meski pemerintah desa telah melakukan peninjauan langsung, hingga berita ini diturunkan belum ada langkah konkret dari pihak terkait untuk memperbaiki kabel yang menjuntai tersebut. Warga pun berharap ada respons cepat sebelum kondisi ini memicu kecelakaan di jalan. (Team/Red)
Editor : Redaksi