NIAS BARAT,bnewsnasional.id– Praktik pembuangan bangkai babi secara sembarangan ke Sungai Bawawaondru oleh oknum peternak kian meresahkan warga.
Salah seorang pemuda Desa Ononamolo III, Kecamatan Mandrehe Barat, Provinsi Sumatera Utara, yang tidak mau di sebut inisial nya , secara terbuka mengeluhkan kondisi ini menyampaikan melalui story nya dan meminta perhatian serius dari otoritas terkait. Hingga Senin (24/08/2026), belum ada respons maupun tindakan nyata dari Pemerintah Desa (Pemdes) Ononamolo III.
Warga menyampaikan kekhawatiran mendalam karena Sungai Bawawaondru merupakan salah satu sumber air utama yang digunakan masyarakat setempat untuk kebutuhan sehari-hari.
Pembuangan bangkai babi secara sembarangan dinilai sangat berbahaya karena mencemari air dan berpotensi memicu wabah penyakit berbahaya, baik bagi ternak lain maupun kesehatan masyarakat.
"Diharapkan kepada peternak agar jangan membuang bangkai babi ke sungai. Karena dari satu bangkai yang dibuang, bisa menyebar wabah penyakit untuk ternak kita dan keluarga kita. Lebih baik kita kubur bangkai jauh dari sungai dan pemukiman," ungkap warga.
Selain meminta ketegasan Pemerintah Desa untuk melakukan sosialisasi dan imbauan kepada para peternak, warga juga mengetuk hati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Barat.
Mengingat lambatnya penanganan di tingkat desa, warga memohon dengan sangat agar dinas terkait di lingkungan Pemkab Nias Barat sudi kiranya memberikan perhatian, turun ke lokasi, serta memberikan pembinaan maupun sanksi tegas demi menyelamatkan lingkungan.
"Yuk sama-sama jaga desa kita tetap sehat. Kami minta Pemdes segera merespon keluhan ini, dan kami sangat berharap Pemerintah Daerah Nias Barat sudi kiranya memperhatikan nasib kami di sini demi kesehatan kita bersama," harap warga.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun tindakan nyata dari Pemerintah Desa Ononamolo III maupun instansi terkait di Kabupaten Nias Barat mengenai keluhan pembuangan bangkai di Sungai Bawawaondru tersebut.
Editor : Redaksi