Limbah Pasar Nou Menyengat: Walikota Gunungsitoli Tutup Hidung, Bawahan Menikmati, Masyarakat Terpaksa Menghirup.

Reporter : Redaksi

Gunungsitoli, bnewsnasional.id — Persoalan limbah di sekitar Pasar Nou, Jalan Sudirman, Kota Gunungsitoli, kembali mendapat sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Selain dikeluhkan warga dan pedagang karena menimbulkan aroma busuk yang luar biasa, kondisi ini dinilai menjadi bukti nyata lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap kebersihan lingkungan fasilitas publik. 

Ironi di lapangan menggambarkan kontras yang menyedihkan. Di tengah bau menyengat yang menusuk pertahanan, tampak Walikota Gunungsitoli refleks tutup hidung untuk menghindari aroma busuk tersebut. Di sisi lain, para pejabat bawahan justru terkesan santai dan seolah lagi menikmati suasana, sementara masyarakat kecil dan pedagang saban hari terpaksa pasrah menghirup udara yang tercemar limbah parah ini. 

Baca juga: Viral! Supir Truk Sebut Babi Muatan Diduga Pembawa Virus ASF Adalah Milik Bupati Nias Barat : Netizen Heboh, Masyarakat

Aktivis Kota Gunungsitoli, Agri Zebua, menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Gunungsitoli, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, harus segera bangun dari tidur dan serius menangani persoalan limbah di lingkungan Pasar Nou. Menurutnya, kondisi pasar yang kotor dan menimbulkan polusi udara kronis tidak boleh terus dibiarkan karena menyangkut kenyamanan masyarakat serta kesehatan lingkungan. 

Agri bahkan menilai Pemkot Gunungsitoli terkesan mengabaikan instruksi Presiden terkait  Core Values ASN (BerAKHLAK), yang menekankan pentingnya pelayanan prima dan pengabdian total aparatur kepada masyarakat. Ia meminta pemerintah daerah tidak hanya terjebak dalam rutinitas kegiatan administratif, tetapi juga memastikan persoalan mendasar yang langsung dirasakan masyarakat di lapangan segera ditangani dengan tindakan nyata. 

Baca juga: Gol Emas Bewis Zebua di Extra Time Antar Wakil Nias Barat ke FINAL Open Turnamen PSSI Kota Gunungsitoli 2026

"Jangan sampai masyarakat setiap hari mengeluhkan persoalan yang sama, tetapi tidak ada tindakan nyata dari pemerintah. Kebersihan pasar merupakan bagian paling mendasar dari pelayanan kepada masyarakat. Sungguh miris melihat kontras di mana pejabat bisa menutup hidung atau abai, sementara rakyat kecil harus menghirup bau limbah ini setiap detik saat mengais rezeki," ujar Agri dengan nada kesal. 

Sebelumnya, seorang pedagang makanan di sekitar Pasar Nou, Sani, mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari sisa limbah ikan dan ayam yang dibuang sembarangan ke dalam parit tanpa pengelolaan yang benar. Kondisi tersebut disebut telah melumpuhkan aktivitas ekonomi pedagang karena membuat pelanggan enggan datang. 

Baca juga: "Ketua FKUB Kota Gunungsitoli Pdt. Tuhoni Telaumbanua, Ph.D, Jaga Persaudaraan, Wujudkan Kerukunan!" 

"Polusi dari Pasar Nou sangat merugikan kami sebagai masyarakat, karena pelanggan tidak mau datang," kata Sani kepada awak media  

Agri berharap Pemkot Gunungsitoli dan pengelola Pasar Nou segera melakukan aksi pembersihan massal serta memperbaiki sistem pengelolaan limbah secara rutin. Ia menegaskan, persoalan hajat hidup orang banyak ini tidak boleh hanya ditangani secara reaktif setelah mendapat sorotan media, tetapi harus menjadi komitmen berkelanjutan agar Pasar Nou bersih, sehat, dan layak bagi pedagang maupun masyarakat luas.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru