NIAS BARAT, bnewsnasional.id — Personel Polsek Lolofitu Moi, Polres Nias, Polda Sumatera Utara, melaksanakan pengecekan dan monitoring bencana alam berupa erosi atau pengikisan tepi Sungai Moi di Dusun III, Desa Wango, Kecamatan Lolofitu Moi, Kabupaten Nias Barat, Selasa (20 Oktober 2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Lolofitu Moi, IPDA Riskon Ginting, S.H., bersama rombongan, guna memantau secara langsung kondisi lokasi yang terdampak luapan air sungai akibat tingginya intensitas hujan.
Baca Juga: Diduga Cemarkan Nama Baik, Oknum Guru PPPK di Nias Barat Resmi Dilaporkan ke Polres Nias
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, bangunan bronjong yang berada di dekat Jembatan Wango sepanjang kurang lebih 50 meter dilaporkan roboh akibat erosi atau pengikisan tepi sungai.
Selain kerusakan bronjong, terdapat dua unit rumah warga yang berjarak sekitar lima meter dari tepi Sungai Moi. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran apabila pengikisan tanah terus berlanjut, terutama ketika curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat.
Kapolsek Bersama Personel Imbau Warga Tetap Waspada,Dalam kegiatan monitoring tersebut, Kapolsek Lolofitu Moi, IPDA Riskon Ginting, S.H., bersama personel mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
Masyarakat diminta memperhatikan perubahan kondisi tanah di sekitar tepi sungai, khususnya apabila terjadi retakan, pengikisan lanjutan, atau peningkatan debit air secara tiba-tiba.
Warga juga diimbau untuk mengutamakan keselamatan diri dan keluarga serta segera menjauh ke tempat yang lebih aman apabila kondisi di sekitar tempat tinggal menunjukkan tanda-tanda membahayakan.
Koordinasi dengan Pemerintah Desa dan BPBD,Sebagai langkah antisipasi, Polsek Lolofitu Moi melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Barat guna mendukung pemantauan serta mendorong penanganan lebih lanjut terhadap dampak erosi tersebut.
Koordinasi lintas instansi diharapkan dapat membantu mengidentifikasi tingkat kerawanan di lokasi, terutama terhadap dua rumah warga yang berada cukup dekat dengan tepi sungai, sekaligus mendukung langkah mitigasi untuk mencegah dampak yang lebih besar.
Kerusakan bronjong di sekitar Jembatan Wango juga menjadi perhatian karena bangunan tersebut berada di kawasan tepi sungai yang mengalami pengikisan. Penanganan lebih lanjut diperlukan sesuai hasil pemeriksaan teknis dari instansi terkait.
Tidak Ada Korban Jiwa, Lalu Lintas Masih Normal,Berdasarkan hasil pemantauan sementara, kejadian erosi Sungai Moi tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka-luka. Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi dilaporkan masih berjalan normal.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk tidak mengabaikan potensi bahaya, mengingat kondisi cuaca dan peningkatan debit sungai dapat memengaruhi kestabilan tanah di sepanjang bantaran.
Polsek Lolofitu Moi mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana dengan segera melaporkan setiap kondisi darurat kepada aparat kepolisian, pemerintah desa, maupun petugas terkait.
Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir di tengah masyarakat, merespons potensi gangguan keselamatan, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah setempat dalam menghadapi kemungkinan bencana alam.
Baca Juga: Diduga Cemarkan Nama Baik Akun Facebook Oknum Guru PPPK Kemauan Gulo Di Penjarakan.
Polri Presisi-Hadir, Peduli, dan Siap Melayani Masyarakat.
Polsek Lolofitu Moi- Ta’Orahu Nias
Tanggap, Open, Rampung, Humanis, Melayani, Proaktif, dan Santun.
Editor : Redaksi