Jakarta, bnewsnasional.id – KASIH TUHAN. Istana Negara Jakarta menjadi saksi pertemuan strategis percepatan pembangunan 30 daerah tertinggal dan sangat tertinggal se-Indonesia, Senin 8 Juni 2026. Pertemuan berlangsung khidmat, penuh harapan, dan berfokus pada solusi nyata.
Kepala Staf Kepresidenan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Wakil Menteri Bappenas, serta jajaran kementerian/lembaga terkait hadir langsung. Meja bundar itu jadi ruang dialog antara pusat dan daerah 3T. Targetnya jelas: memastikan amanat Perpres Nomor 12 Tahun 2025 benar-benar turun sampai ke desa.
Baca Juga: Pemkab Nias Utara sambut kunjungan kerja Mendikdasmen RI di Bandara Binaka Gunungsitoli
Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu dipercaya sebagai narasumber mewakili 30 daerah tertinggal se-Indonesia. Di hadapan pemangku kebijakan, beliau memaparkan kondisi riil di lapangan. Bukan cuma angka, tapi cerita rakyat: akses jalan, listrik, air bersih, layanan kesehatan, hingga potensi wisata yang belum tergarap maksimal.
“Merupakan kebanggaan bagi saya menjadi narasumber mewakili 30 daerah tertinggal dan sangat tertinggal se-Indonesia sesuai Perpres 12 Tahun 2025. Ini bukan soal nama daerah, tapi soal nasib rakyat. Kami datang membawa harapan agar kebijakan pusat benar-benar menyentuh sampai ke desa,” ujar Bupati Amizaro Waruwu.
Baca Juga: Langkah Strategis! Bupati Nias Utara Temui KSP RI Demi Percepat Pembangunan
Dalam pemaparannya, beliau menekankan 3 prioritas:
1. Percepatan infrastruktur dasar agar roda ekonomi bergerak.
2. Pemberdayaan ekonomi lokal supaya desa mandiri dan tidak tergantung bantuan.
3. Perawatan aset pembangunan yang sudah ada agar tidak mangkrak. Mengejar proyek baru tanpa merawat yang lama sama saja membuang anggaran rakyat.
Para pejabat pusat merespons positif. Diskusi berlangsung cair dan beberapa catatan teknis langsung ditindaklanjuti. Harapannya, pertemuan ini melahirkan program konkret yang cepat dirasakan masyarakat 3T.
Baca Juga: Hat-trick WTP! Amizaro Antar Nias Utara Raih Tinta Emas 3 Kali Berturut-turut.
Bagi Bupati Amizaro, undangan ke Istana adalah amanah. “Kalau suara daerah 3T didengar pusat, maka cita-cita Indonesia maju dari pinggiran akan jadi nyata,” tutupnya. TUHAN MEMBERKATI.(TimRed)
Editor : Redaksi