Tak Kunjung Ditindak, Kabel Menjuntai di Perbatasan Makam Agung–Dlemer Arosbaya Masih Ancam Pengguna Jalan

avatar Hanif

Bangkalan, bnewsnasional.id – Ancaman keselamatan akibat kabel menjuntai di perbatasan Desa Makam Agung dan Desa Dlemer, Kecamatan Arosbaya, hingga kini belum mendapat penanganan dari pihak manapun.

Meski sebelumnya telah dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan pengguna jalan, kondisi kabel yang diduga milik PT Telkom Indonesia dan PT Forte Telekomunikasi Indonesia tersebut masih terlihat menggantung rendah di tepi badan jalan.

Baca Juga: Kabel Diduga Milik Telkom dan Forte Menjuntai di Perbatasan Makam Agung–Dlemer Arosbaya, Warga Resah

Pantauan terbaru di lokasi menunjukkan tidak ada perubahan berarti. Kabel tetap menjuntai hingga mendekati lintasan kendaraan, bahkan dalam beberapa titik masih berpotensi tersangkut kendaraan yang melintas, terutama sepeda motor dan kendaraan bak terbuka.

Warga mengaku kecewa karena hingga kini belum terlihat adanya langkah perbaikan ataupun penertiban dari pihak terkait.

“Sudah lama seperti ini, tapi tidak ada yang datang memperbaiki. Padahal jelas berbahaya,” ujar salah satu warga setempat.

Baca Juga: Wakil Ketua Pemuda Indonesia Surabaya Soroti Kasus Dugaan Pencurian Kabel Telkom 

Kondisi tersebut dinilai semakin riskan, terutama saat malam hari atau ketika hujan turun, di mana jarak pandang pengguna jalan menjadi terbatas. Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan, kabel yang menjuntai juga dikhawatirkan dapat tersangkut kendaraan dan memicu insiden beruntun di jalur yang cukup padat tersebut.

Warga berharap instansi terkait maupun pihak perusahaan yang diduga memiliki jaringan segera turun tangan sebelum terjadi korban.

Baca Juga: Aksi Komplotan Mafia Kabel di Jalan Kedinding Surabaya: Polres KP3 Diminta Bertindak Tegas

“Jangan sampai ada kecelakaan dulu baru ditangani. Ini menyangkut keselamatan banyak orang,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi maupun langkah konkret dari pihak terkait terkait keberadaan kabel yang dinilai membahayakan tersebut.(Team/Red)

Berita Terbaru