Bangkalan,bnewsnasional.id – Memperingati Hari Jadi Kabupaten Bangkalan ke-495, Bupati Bangkalan Lukman Hakim bersama Wakil Bupati Moch. Fauzan Ja’far melakukan ziarah ke makam leluhur di Kecamatan Arosbaya, Kamis (22/10/2026).
Ziarah tersebut menyasar Makam Ki Demong Plakaran dan Raden Pragalbo Makam Agung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenang sejarah serta menghormati para tokoh pendahulu yang memiliki peran penting dalam perjalanan Bangkalan.
Prosesi berlangsung khidmat melalui doa bersama. Tradisi tahunan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengingat kembali akar sejarah dan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para leluhur kepada generasi penerus.
Camat Arosbaya, Dedeng Suprapto, menyampaikan bahwa ziarah makam leluhur bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah yang tumbuh dan berkembang di wilayah Arosbaya.
Menurutnya, peringatan Hari Jadi Bangkalan harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga warisan sejarah dan budaya Madura.
“Melalui kegiatan ziarah ini, kita diingatkan untuk menghormati jasa para leluhur serta menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Bangkalan. Harapannya, semangat kebersamaan ini terus terpelihara demi kemajuan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bangkalan, Agus Suwito, menilai peringatan hari jadi daerah perlu menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun Bangkalan.
Ia menekankan bahwa penghormatan terhadap sejarah harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Baca juga: Ketua PKN Imam Syafii Minta Oknum Wartawan Klarifikasi Dugaan Persoalan Helm di Tragah
“Sejarah merupakan bagian penting dari identitas daerah. Kita harus menghargai perjuangan para pendahulu dengan meneruskan cita-cita mereka melalui kerja nyata, pembangunan, dan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat,” demikian pesan yang dapat disampaikan dalam konteks kegiatan tersebut.
Kepala Desa Plakaran, Abd Wahid, menyambut baik pelaksanaan ziarah di Makam Ki Demung Plakaran. Ia memandang kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk memperkenalkan nilai sejarah desa kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Keberadaan makam leluhur ini menjadi bagian dari sejarah yang perlu kita jaga bersama. Kami berharap generasi muda semakin mengenal sejarah daerahnya dan ikut merawat peninggalan bersejarah agar tetap terpelihara,” ujarnya.
Senada, Kepala Desa Makam Agung, Supriadi, menilai tradisi ziarah memiliki nilai penting dalam menjaga hubungan masyarakat dengan sejarah dan budaya leluhur.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga dapat memperkuat kepedulian bersama terhadap pelestarian situs-situs bersejarah yang menjadi bagian dari identitas Bangkalan.
“Pelestarian sejarah bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Dengan mengenal sejarah, kita bisa menanamkan rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga warisan leluhur,” ujarnya.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bangkalan ke-495 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, melestarikan budaya lokal, serta mendorong pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera.
Ziarah makam leluhur di Arosbaya pun menjadi pengingat bahwa perjalanan Bangkalan hingga saat ini tidak terlepas dari sejarah panjang dan warisan para pendahulunya.(Team/Red)
Editor : Redaksi