Bangkalan,bnewsnasional.id - Kepala Desa Arosbaya, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang menyoroti dugaan permintaan fee sebesar 10 persen dari dana bantuan pembangunan jalan rabat beton untuk kelompok tani (poktan). Selain isu pemotongan anggaran, pemberitaan sebelumnya juga sempat menyentuh adanya dugaan intimidasi terhadap pengurus poktan dalam proses pencairan bantuan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Arosbaya menyatakan bahwa duduk perkara yang sebenarnya terjadi di lapangan berkaitan dengan masalah internal, miskomunikasi, serta persoalan utang piutang di antara pihak-pihak terkait.
Baca juga: RAR Bongkar Dugaan Potongan Dana Revitalisasi 90 SD di Bangkalan, Disdik Bantah Ada Pemangkasan
"Ini masalah internal, ada miskomunikasi dan berkaitan dengan utang piutang. Jadi, persoalannya perlu dipahami secara utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman," ujar Kepala Desa Arosbaya saat memberikan keterangan.
latar belakang permasalahan serta dinamika komunikasi antarpihak yang terlibat perlu diluruskan agar tidak memicu persepsi keliru atau liar di tengah masyarakat. Dirinya menekankan pentingnya melihat isu ini berdasarkan konteks dan fakta yang sebenarnya, bukan hanya dari satu sisi keterangan sepihak.
Meski telah memberikan klarifikasi, keterkaitan antara persoalan utang piutang pribadi/internal dengan dugaan permintaan fee dalam program bantuan fisik tersebut dinilai masih memerlukan penjelasan yang lebih terperinci. Hal ini penting untuk memastikan apakah dinamika internal itu berdampak langsung pada mekanisme pencairan bantuan atau murni merupakan persoalan personal yang terpisah.
Di sisi lain, publik mengingatkan bahwa pemanfaatan dana bantuan pembangunan jalan rabat beton harus tetap berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku dan akuntabel. Ruang klarifikasi bagi seluruh pihak, termasuk pengurus kelompok tani, tetap terbuka lebar guna menjamin penyajian informasi yang berimbang, proporsional, dan berbasis fakta kepada masyarakat luas.(Team/Red)
Editor : Redaksi