Uang Rakyat Jadi 'Bangkai': Program Ketahanan Pangan BUMDes Balodano Gagal , Puluhan Babi Mati dan Sisanya Dijual Obral

Reporter : Redaksi

Barat,bnewsnasional.id– Anggaran Dana Desa yang bernilai ratusan juta rupiah kembali menjadi sorotan tajam setelah program Ketahanan Pangan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Nias Barat dinilai gagal total. Proyek pengadaan ternak yang sedianya mendongkrak ekonomi warga justru berujung pada kehancuran modal dan kerugian besar yang memicu amarah publik. 

Kali ini, nasib tragis menimpa BUMDes Desa Balodano, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat. Berdasarkan laporan valid dari masyarakat setempat, BUMDes Balodano pada Tahun Anggaran 2025 mengalokasikan Penyertaan Modal dari Dana Desa untuk pengadaan 55 ekor ternak babi. Alih-alih meraup untung, program ini langsung dihantam kegagalan fatal akibat manajemen yang bobrok dan minimnya pengawasan. 

Baca juga: Viral! APBD Ratusan Miliar Nias Barat Disebut Jadi 'Bangkai Babi', Dermawan Daeli Desak DPRD Makzulkan Bupati Eliyunus

"Sampai saat ini dikabarkan sudah 16 ekor babi yang mati membusuk. Tragisnya, sisa babi yang bertahan hidup terpaksa dijual obral rugi seharga Rp 1 juta per ekor. Ini adalah bukti nyata kegagalan manajemen yang menguapkan uang rakyat. Sama sekali tidak ada untung, yang ada hanya kerugian raksasa," ungkap salah seorang warga Desa Balodano dengan nada kecewa kepada awak media. 


Aroma Kelalaian: Dugaan Gagal Total & Dinas Terkait Tutup Mata

Masyarakat menduga keras bahwa kematian massal 16 ekor babi tersebut dipicu oleh serangan penyakit ganas akibat tidak adanya pendampingan teknis sama sekali dari Dinas Pertanian Kabupaten Nias Barat. Keputusan sepihak untuk menjual sisa ternak dengan harga Rp 1 juta per ekor—yang berada jauh di bawah harga modal—makin mempertegas bahwa BUMDes Balodano telah gulung tikar dalam proyek ini. 

Kegagalan fatal ini sangat bertolak belakang dengan instruksi pusat mengenai pemanfaatan Dana Desa yang seharusnya menyejahterakan masyarakat, bukan justru menyisakan kandang kosong dan kerugian finansial negara. 

Pihak Desa Bungkam, Netizen Desak Transparansi

Hingga siaran pers ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa terkesan menghindar dari tanggung jawab. PJ Kepala Desa Balodano maupun pengurus BUMDes kompak bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi terkait rincian anggaran, nama resmi BUMDes, maupun kronologi kehancuran proyek ini. Upaya konfirmasi yang dilayangkan oleh awak media Bnewsnasional.id terus membentur dinding kosong. 

Baca juga: Viral! Supir Truk Sebut Babi Muatan Diduga Pembawa Virus ASF Adalah Milik Bupati Nias Barat : Netizen Heboh, Masyarakat

Tuntutan Tegas Warga dan Aliansi Media:

Merespons kegagalan yang merugikan uang negara ini, masyarakat Desa Balodano bersama Bnewsnasional.id mendesak tindakan nyata: 

-Audit Investigatif Segera:Meminta Dinas PMD dan Dinas Pertanian Kabupaten Nias Barat untuk turun ke lapangan dan mengaudit total BUMDes Balodano.

-Buka Laporan Keuangan:Mendandani PJ Kades Balodano agar transparan membuka laporan pertanggungjawaban penggunaan Dana BUMDes TA. 2025 di hadapan publik.

Baca juga: "Uang Rakyat Jadi Bangkai di Hilimayo, Pj Kades Salahkan Wabah Babi Tapi Takut Beberkan Nilai Anggaran ke Publik"

-Evaluasi Pemasok Bibit: Mendesak Bupati Nias Barat mengevaluasi kualitas bibit ternak yang dipasok oleh PERUMDA TANOMO.

-Pemeriksaan Hukum: Meminta Aparat Penegak Hukum (APH) segera memeriksa adanya dugaan indikasi kerugian keuangan negara atau korupsi dalam pengelolaan anggaran ini.

"Jangan sampai Dana Desa yang jumlahnya ratusan juta hanya menjadi 'bangkai' di dalam kandang dan dinikmati oknum tertentu. Ini kegagalan sistemik yang harus diusut tuntas oleh penegak hukum agar tidak terus menjadi parasit bagi kesejahteraan masyarakat desa!" pungkas perwakilan warga dengan tegas.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru