Hoax! Panitia HUT RI Tragah Kecam Berita Fitnah Terkait Pungutan Guru, Tudingan Tanpa Dasar

Reporter : Hanif

Bangkalan,bnewsnasional.id – Panitia Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Kecamatan Tragah meradang. Mereka mengutuk keras pemberitaan sepihak oleh salah satu media online yang menuduh adanya pungutan uang berkedok "kontribusi" bagi tenaga pendidik dan kependidikan berdasarkan golongan kepegawaian. Tudingan tersebut dipastikan sebagai berita bohong (hoax) dan fitnah tak berdasar.

Salah satu panitia Agustus Kecamatan Tragah yang meminta identitasnya dirahasiakan, langsung angkat bicara menanggapi isu miring yang menyudutkan pihak panitia tersebut. Dengan nada geram, ia mempertanyakan asal-usul data nominal yang disebarkan oleh media tersebut karena sama sekali tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Baca juga: KKN Kelompok 06 STKIP PGRI Bangkalan Tutup, Semangat Kemerdekaan Hidupkan Malam Perpisahan di Buduran

"Kami heran, angka nominal yang mereka sebutkan itu didapat dari mana? Itu murni karangan dan fitnah! Dalam surat edaran proposal resmi yang kami sebar, sama sekali tidak ada dan tidak pernah tertera angka nominal seperti yang dituduhkan," tegasnya dengan nada tinggi.

Pihak panitia menyayangkan sikap media online tersebut yang dinilai tidak profesional, provokatif, dan terkesan sengaja menggiring opini negatif tanpa melakukan klarifikasi resmi (check and recheck) kepada panitia selaku penyelenggara.

Baca juga: Pj Kades Ketetang Bungkam Terkait Dugaan Pemotongan Bansos, APKBJangan Sembunyi di Balik Intervensi

"Tindakan tersebut dinilai telah mencoreng nama baik panitia dan mencederai semangat gotong-royong warga Tragah dalam menyambut perayaan hari kemerdekaan."Jelasnya.

Panitia menegaskan bahwa seluruh proses penggalangan dana yang dilakukan melalui proposal bersifat sukarela, transparan, dan tanpa paksaan, apalagi mengotak-ngotakkan berdasarkan golongan kepegawaian seperti yang diberitakan. 

Baca juga: Dugaan Pengambilan HP Penjaga Toko Terekam CCTV, Seretan Nama Istri Kades di Bangkalan Picu Kegaduhan Publik

"Pihak panitia meminta media yang bersangkutan untuk segera menarik berita tersebut dan melakukan permohonan maaf terbuka guna meluruskan informasi yang telah meresahkan masyarakat." Tutupnya.(HNF)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru