Surabaya, BnewsNasional.id - Rencana relokasi operasional dan tenaga kerja dari Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke lokasi baru di kawasan Tambak Osowilangun (TOW) Surabaya terancam terkendala serius. Masalah infrastruktur, khususnya akses jalan utama yang rentan banjir, memicu keresahan besar di kalangan jagal dan pekerja RPH Pegirian 17/02/26.
Keresahan ini mencuat setelah video kondisi lapangan di kawasan Margomulyo-TOW viral di media sosial pada Senin (16/2). Video yang diunggah akun @KKAstuff tersebut memperlihatkan genangan air setinggi lutut orang dewasa dengan jarak tempuh mencapai 7 hingga 8 kilometer. Kondisi ini menyebabkan akses transportasi lumpuh dan banyak kendaraan logistik maupun pribadi mengalami mogok.
Baca juga: Jagal RPH Pegirian Tolak Relokasi ke Tambak Oso Wilangon, Rencana Mogok Kerja Januari 2026
Koordinator Tenaga Kerja RPH Pegirian, Fredy, menyatakan bahwa kondisi infrastruktur yang tidak memadai ini akan berdampak langsung pada stabilitas distribusi daging di Surabaya.
"Bagaimana mungkin aktivitas operasional dan distribusi daging bisa berjalan lancar jika akses utamanya terendam banjir seperti lautan? Kami khawatir hal ini justru akan menghambat perkembangan ekonomi para jagal dan mengganggu pasokan pangan masyarakat," ujar Fredy
Hingga saat ini, informasi mengenai buruknya akses jalan tersebut telah menyebar luas, memancing ribuan interaksi dari warga Surabaya yang juga mengeluhkan kemacetan dan banjir kronis di wilayah Surabaya Barat (Margomulyo dan Kalianak).
Atas pertimbangan keamanan kerja dan kelancaran distribusi logistik, para pekerja RPH Pegirian menyampaikan tiga poin tuntutan utama.
Penundaan Relokasi: Mendesak Pemerintah Kota Surabaya dan pihak pengelola RPH baru untuk mengkaji ulang jadwal pemindahan hingga masalah infrastruktur jalan tuntas.
Perbaikan Drainase, Menuntut evaluasi mendalam terhadap sistem drainase di jalur akses menuju RPH TOW guna mencegah banjir berulang di masa mendatang.
Baca juga: Para Jagal RPH Pegirian Menolak Dipindahkan
Jaminan Kelancaran Distribusi: Meminta jaminan dari dinas terkait bahwa akses jalan akan selalu layak lalui dalam kondisi cuaca apapun demi menjaga kualitas dan ketepatan waktu distribusi daging.
Para pekerja berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat duduk bersama dan mendengarkan aspirasi lapangan sebelum mengambil keputusan final terkait pemindahan ini.(Hdi)
Editor : Redaksi