Menu MBG Dipertanyakan, Wali Murid SDN Poter 1 Soroti Kinerja SPPG Patemon Tanah Merah

avatar Hanif

Bangkalan,bnewsnasional.id – Kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Seorang wali murid bernama Imam, orang tua penerima manfaat dari SDN Poter 1, mempertanyakan kelayakan makanan yang disalurkan oleh SPPG Patemon Tanah Merah 002.

Sorotan itu muncul setelah beredarnya foto menu MBG yang dinilai jauh dari standar kelayakan gizi anak. Dalam menu tersebut tampak hanya berisi telur rebus, tahu, sedikit sayur kecambah, beberapa potong gula, serta bahan pendamping lain yang dinilai minim variasi dan nilai gizi.

Baca Juga: Kuasa Hukum Tegaskan Lahan SDN Balung 1 Milik Warga, Klarifikasi Disampaikan Lewat Video di Facebook

Imam menyampaikan kekecewaannya sebagai orang tua penerima manfaat program.

“Saya sebagai wali murid mempertanyakan, apakah menu seperti ini bisa disebut bergizi? Jika seperti ini, saya yakin mitra dapur berani melawan instruksi dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Ia menilai bukan hanya mitra dapur yang perlu dievaluasi, namun juga kepala SPPG hingga tenaga ahli gizi yang bertanggung jawab dalam penyusunan menu MBG.

Baca Juga: Kayu Atap SDN Patemon Keropos, Kabid Pendidikan Bangkalan Klarifikasi Proses Rehabilitasi

Menurutnya, jika menu yang disajikan tidak layak, hal itu menunjukkan adanya indikasi bahwa penyedia lebih mengutamakan keuntungan pribadi dibanding kualitas makanan bagi anak-anak penerima manfaat.

“Kalau menunya seperti ini, patut dipertanyakan peran ahli gizi dan pengelola dapur. Seharusnya makanan tidak hanya bergizi, tetapi juga disukai anak-anak,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa dapur SPPG memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan program nasional tersebut berjalan sesuai tujuan.

Baca Juga: Proyek SDN Pendabah 1 Kamal Jadi Sorotan Tak ada Papan Nama Proyek Dan Pintu Belum Terpasang

Sebagai orang tua, Imam berharap mitra dapur beserta seluruh jajaran dapat segera berbenah demi menjaga marwah program MBG yang digagas pemerintah.

“Program ini sangat mulia. Kami berharap pelaksana di lapangan bisa memperbaiki kualitas menu demi masa depan anak-anak,” pungkasnya.(Team/Red)

Berita Terbaru