Proyek Pembangunan RS Pratama Program PHTC di Nias Barat

Mega proyek 142 miliar Kesaksian Gubsu Dilihat mata Keterlambatan Pembangunan RS Pratama Program PHTC di Nias Barat

Reporter : YUNIANTO

Mega proyek 142 miliar Kesaksian Gubsu Dilihat mata Keterlambatan Pembangunan RS Pratama Program PHTC di Nias Barat

Nias Barat,bnewsnasional.id Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meninjau langsung pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Kabupaten Nias Barat, Rabu (12/2/2026).

Baca juga: Keluhan Warga DPRD Mata Melihat,Bupati Kuping Mendengar.

RS Pratama tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp142 miliar. Pekerjaan dimulai pada Juni 2025 dan secara resmi diluncurkan oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, pada 11 Juli 2025. Proyek ini sebelumnya ditargetkan rampung pada Desember 2025.

Namun hingga pertengahan Februari 2026, pembangunan dipastikan telah melewati jadwal yang direncanakan. Saat peninjauan, pekerjaan konstruksi masih berlangsung dan bangunan belum sepenuhnya selesai.

 

Sejumlah pekerjaan struktur serta tahap akhir (finishing) masih dalam proses penyelesaian.

Sebagai bagian dari program quick win pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, proyek ini diharapkan menunjukkan hasil dalam waktu relatif cepat. Dengan status tersebut, keterlambatan yang terjadi menjadi perhatian, terlebih progres di lapangan belum sepenuhnya memasuki tahap akhir.

Kepada wartawan, Bobby Nasution mengakui bahwa proyek tersebut memang mengalami keterlambatan. Ia menjelaskan kondisi tersebut dipicu bencana alam yang terjadi pada akhir November hingga Desember 2025 dan berdampak pada distribusi material.

“Keterlambatan ini memang karena bencana alam yang terjadi akhir November sampai Desember. Saat itu distribusi material susah masuk karena yang diprioritaskan adalah bahan pangan,” ujar Bobby.

Baca juga: Api Berubahan di Nias Barat Aturan Rangkap Jabatan Perangkat Desa Lulus PPPK, Tuntut Penegakan Hukum yang Tegas

Ia menambahkan bahwa secara teknis progres pekerjaan masih dalam kondisi terkendali.

“Tadi sudah saya pantau, tidak ada deviasi, bahkan masih plus,” katanya.

Bobby juga menepis kekhawatiran bahwa proyek tersebut akan mangkrak.

“Tadi kita dengar masih ada suara ketok-ketok. Berarti belum mangkrak, masih dikerjakan. Mudah-mudahan bisa dikejar sesuai adendum,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Nias Barat eliyunus Jadi Penonton  Pada Program sakti Presiden RI.

Sebagai proyek strategis bernilai besar, pembangunan RS Pratama ini juga berada dalam pengawasan Pemerintah Kabupaten Nias Barat di bawah kepemimpinan Bupati Eliyunus Waruwu. Sejak awal pelaksanaannya, proyek tersebut sempat menjadi perhatian sejumlah kalangan, terutama terkait proses penetapan kontraktor.

Diketahui terdapat perusahaan BUMN yang ikut sebagai peserta dalam proses pengadaan. Namun pada akhirnya, pekerjaan dilaksanakan oleh PT Tureloto Batu Indah. Penetapan tersebut sempat menjadi perbincangan publik, terutama terkait pengalaman dan kapasitas perusahaan dalam menangani proyek rumah sakit dengan nilai anggaran signifikan.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang menyebut adanya pelanggaran dalam proses tersebut. Namun dengan kondisi proyek yang mengalami keterlambatan, transparansi dan percepatan penyelesaian menjadi perhatian agar rumah sakit tersebut segera dapat difungsikan.

RS Pratama yang dibangun melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) ini diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan di Nias Barat serta meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas medis yang lebih memadai.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru