Bangkalan, bnewsnasional.id – Kondisi pembangunan di SDN Pendabah 1, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, memicu tanda tanya besar bagi warga dan wali murid. Proyek yang seharusnya bertujuan memperbaiki fasilitas pendidikan tersebut kini tampak dikerjakan secara serampangan.
Hasil pantauan di lokasi menunjukkan adanya ketidakberesan dalam pelaksanaan proyek tersebut, di antaranya
Baca juga: Menu MBG Dipertanyakan, Wali Murid SDN Poter 1 Soroti Kinerja SPPG Patemon Tanah Merah
Transparansi Dipertanyakan Papan Nama Porak-Poranda Salah satu poin paling mencolok adalah kondisi papan nama proyek yang ditemukan dalam keadaan rusak parah dan porak-poranda. Sesuai aturan, papan proyek adalah instrumen penting sebagai bentuk transparansi anggaran publik kepada masyarakat.
Hancurnya papan informasi ini membuat warga kesulitan mengetahui siapa kontraktor pelaksana, berapa nilai kontraknya, serta kapan batas waktu penyelesaiannya.
Selain masalah transparansi, pengerjaan fisik bangunan juga dinilai lambat. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pintu ruangan sekolah terpantau belum terpasang. Hal ini menyebabkan akses masuk ke ruangan terbuka bebas, yang tidak hanya mengganggu estetika namun juga berisiko terhadap keamanan aset sekolah yang ada di dalamnya.
Baca juga: Kuasa Hukum Tegaskan Lahan SDN Balung 1 Milik Warga, Klarifikasi Disampaikan Lewat Video di Facebook
Warga Desak Pemerintah Bertindak
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa proyek tersebut akan berakhir mangkrak atau berkualitas rendah. Warga berharap pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan segera melakukan peninjauan langsung ke SDN Pendabah 1 untuk memberikan teguran keras kepada pihak pelaksana.
Baca juga: Kayu Atap SDN Patemon Keropos, Kabid Pendidikan Bangkalan Klarifikasi Proses Rehabilitasi
"Kami ingin anak-anak belajar di gedung yang layak dan aman. Kalau pengerjaannya saja sudah terlihat tidak rapi seperti ini, bagaimana kualitas bangunannya nanti?" ujar salah satu warga yang sering melintas di area sekolah Jum'at (02/01/2026).
Hingga saat ini, pihak sekolah maupun kontraktor terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan rusaknya papan proyek dan keterlambatan pemasangan pintu tersebut.(Team/Red)
Editor : Redaksi