Bangkalan, bnewsnasional.id– Jajaran Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) bersama unsur Intelijen Angkatan Laut (Intel AL) melancarkan operasi penindakan terhadap dugaan pengiriman rokok tanpa pita cukai di jalur utama penghubung Madura menuju Surabaya pada Senin malam 14/9/2026.
Operasi penindakan tersebut terpantau langsung oleh awak media bnews yang tengah melintas di kawasan Jalan Haji Muhammad Noer, Desa Morkepek, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Petugas gabungan tampak memadati tepi jalan guna menghentikan dan memeriksa belasan armada yang dicurigai.
Baca Juga: Seminggu Dibiarkan Menjuntai di Pasar Bunten, Kabel PLN Ancam Nyawa Pengendara
Merespons langkah penindakan hukum tersebut, Pimpinan Redaksi BnewsNasional memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Pomal dan Intel AL yang sigap menindak peredaran rokok ilegal di wilayah Jawa Timur. Namun demikian, Pimpinan Redaksi BnewsNasional juga memberikan catatan kritis terkait tidak tampaknya instansi teknis seperti Bea Cukai maupun jajaran Kepolisian di lokasi razia untuk mendampingi penindakan barang kena cukai tersebut.
Di lokasi penindakan, proses peliputan wartawan sempat diwarnai interaksi dengan oknum anggota Intel AL yang mempertanyakan identitas awak media.
"Dari mana mas?" tanya oknum Intel AL di lokasi.
"Saya dari media bnewsnasional.id," jawab awak media.
Mendengar jawaban tersebut, oknum petugas memberikan tanggapan di lapangan. "Awas jangan menulis sembarangan mas," tegas oknum tersebut.
Dari hasil pantauan wartawan, belasan kendaraan yang terdiri dari truk box, armada pick-up, hingga kendaraan pribadi berhasil dihentikan. Salah satu kendaraan yang diperiksa adalah minibus Mitsubishi Xpander berwarna putih berpelat nomor Surabaya (plat L) asal Banyuates. Pengemudi minibus tersebut secara terbuka mengakui muatannya kepada wartawan.
Baca Juga: Buron Sejak September 2024, DPO Narkoba M.S Masih Bebas Berkeliaran di Sampang
"Di depan sampean mas, kamu bawa berapa karton?" tanya awak media.
"Cuma 20 karton," jawab sopir tersebut singkat.
Terkait alur pengamanan dan keberadaan barang bukti pascapenindakan, awak media melakukan koordinasi lanjutan melalui pesan tertulis WhatsApp kepada oknum wartawan perwakilan dari bangkalan berinisial YS. Dalam pesan konfirmasinya, YS mengungkapkan bahwa penindakan malam itu merupakan operasi senyap sehingga jumlah pasti barang bukti yang diamankan belum dapat dipastikan secara rinci.
"Iya mas makasih udah dapet... tapi itu Koderal V sama kata-kata jumlah unit itu soalnya kita gak tau... ini operasi senyap.. gak ada yang paham jumlahnya," ujar YS saat memberikan penjelasan kepada awak media bnewsnasional.id.
Baca Juga: Polres Bangkalan Dorong Peran Warga Cegah Balap Liar, Bukan Sekadar Menjadi Penonton
"BB dibawa ke Koderal V tadi malam mas. Kalo gak salah diduga sekitar 15 (unit).. Soalnya saya bagian pengamanan kunci mobil," ungkapnya saat memberikan keterangan.
Ia juga menambahkan pentingnya menunggu rilis resmi agar keterbukaan informasi publik dapat tersampaikan dengan akurat dari pihak penindak.
Hingga berita ini ditayangkan, belasan armada beserta puluhan karton rokok ilegal hasil operasi senyap tersebut diamankan di markas Koderal V untuk proses pemeriksaan hukum lebih lanjut. Publik dan insan pers masih menunggu rilis resmi dari instansi berwenang guna memperjelas penanganan kasus serta koordinasi antar-instansi penegak hukum.(Tim/Red)
Editor : Redaksi