Pasuruan,BnewsNasional.id — Kinerja pelayanan administrasi kecelakaan lalu lintas di Polres Pasuruan menuai rapor merah. Sorotan tajam datang dari tokoh masyarakat Bangkalan, Thomas AG, yang mengecam buruknya kualitas layanan publik di Korps Bhayangkara tersebut setelah dirinya telantar saat mengurus perkara kecelakaan iparnya.
Kekecewaan mendalam ini memuncak saat Thomas mendatangi lokasi pelayanan Satlantas Polres Pasuruan di wilayah Bangil. Ia menyayangkan birokrasi kepolisian yang kaku dan mempersulit warga, padahal perkara hukum antara pihak keluarganya dan korban sudah selesai secara kekeluargaan.
“Dengan pihak korban ini sudah ada kesepakatan dan selesai. Tinggal administrasinya di Laka Lantas Pasuruan,” ujar Thomas dengan nada kecewa.
Ironisnya, perjalanan jauh yang ditempuh Thomas dari Madura ke Pasuruan berakhir sia-sia. Proses administrasi yang ia urus mendadak lumpuh dan tidak bisa diproses hanya karena alasan klasik: petugas yang menangani perkara sedang lepas dinas, sementara petugas piket yang ada tidak mampu berbuat apa-apa.
Thomas mengkritik keras sistem kerja kepolisian yang dinilai tidak profesional. Ia mempertanyakan mengapa institusi sebesar Polres Pasuruan ketergantungan pada individu tertentu, hingga mengorbankan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang cepat.
Baca Juga: Narapidana Lapas Kelas IIB Pasuruan Kabur, AMI Siap Gelar Aksi Demonstrasi Besar-besaran
“Walaupun saya berangkat dari Bangkalan Madura, jauh ke Pasuruan, tidak diproses,” ungkapnya kesal.
Bobroknya sistem penanganan ini dinilai Thomas harus menjadi tamparan keras dan perhatian serius bagi Kapolres Pasuruan hingga Kapolda Jawa Timur. Menurutnya, masyarakat tidak boleh terus-menerus dirugikan dan dipaksa pulang dengan tangan hampa hanya karena manajemen internal kepolisian yang berantakan.
Baca Juga: Duka di Balik Kecelakaan Camplong: Anggota Kesehatan Kodim Sampang Gugur Saat Berangkat Tugas
“Menurut penilaian saya, pelayanan di Kanit Laka Lantas Pasuruan tidak prima. Monggo dikoreksi, Polres dan Polda Jatim, seperti apa sistem pelayanan ini,” tegas Thomas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Satlantas Polres Pasuruan terkesan bungkam. Belum ada klarifikasi resmi mengenai kronologi pembiaran pelayanan ini, alasan mandeknya administrasi, maupun pertanggungjawaban terkait mekanisme pelayanan yang menyulitkan warga luar daerah tersebut."Tutupnya.(Team/Red)
Editor : Redaksi