NIAS BARAT,bnewsnasional.id – Peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Nias Barat yang semula dijadwalkan berlangsung di lapangan terbuka, terpaksa dialihkan ke Aula Kantor Bupati Nias Barat di Onolimbu akibat guyuran hujan deras pada Jumat (14/08/2026).
Langkah ini diambil oleh pemerintah daerah demi kelancaran acara, namun pemindahan lokasi tersebut memicu berbagai tanggapan dan kritik dari masyarakat serta netizen di media sosial.
Baca Juga: DIDUGA DPRD MAIN MATA PADA PEMBANGUNAN RSU CERAH MEDIKA NIAS BARAT
Sejumlah netizen menyayangkan keputusan pemerintah yang memindahkan upacara ke dalam ruangan. Di jagat maya, muncul opini dari publik yang menilai bahwa sebagai pemerintah yang seharusnya mengayomi dan menyayangi rakyatnya, upacara idealnya tetap dilaksanakan di halaman kantor bupati meskipun di tengah rintik hujan.
"Apakah Bupati takut hujan karena takut basah? Pramuka itu kan diajarkan untuk tangguh di segala medan, harusnya tetap di lapangan," tulis salah satu komentar netizen yang beredar.
Publik menilai esensi ketangguhan Pramuka sedikit berkurang jika harus 'mengungsi' ke dalam gedung hanya karena takut basah kuyup.
Kendati menuai pro dan kontra di tengah masyarakat, acara di dalam Aula Kantor Bupati tetap berlangsung dengan khidmat.
Bupati Nias Barat, Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka ke-65 kepada seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka, khususnya di Kabupaten Nias Barat.
Bupati menekankan bahwa tema Hari Pramuka 2026, yakni “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, menunjukkan bahwa Pramuka bukan sekadar kegiatan berseragam, berbaris, berkemah, atau mengikuti perlombaan saja.
“Pramuka merupakan wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, keimanan, kerja keras, ketangguhan, kebersamaan, gotong royong, keberanian, dan tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut sangat penting dalam membangun generasi muda sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Nias Barat,” tutur Bupati Eliyunus.
Selanjutnya, Bupati menyampaikan cita-cita Pemerintah Kabupaten Nias Barat untuk mewujudkan Nias Barat yang Cerah (Cerdas, Sejahtera, dan Sehat) pada tahun 2030. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya melalui infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, dan gedung, tetapi yang paling utama dan mendasar adalah pembangunan manusianya.
Lebih lanjut, Bupati Eliyunus mengajak seluruh pihak, terutama kepala sekolah dan guru, untuk mengambil peran aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Nias Barat.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan tanggung jawab bersama, termasuk dunia pendidikan dan Gerakan Pramuka.
Kegiatan peringatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan perangkat daerah Kabupaten Nias Barat, perwakilan Yonif TP-903/Baluseda, pengurus Kwarcab, Kwarran, gugus depan (gudep), pengurus PKK, kepala sekolah, guru, serta para siswa utusan Pramuka se-Kabupaten Nias Barat.
Editor : Redaksi