Warga Soket Dejeh Naro’an Keluhkan Voltase Listrik Drop Bertahun-tahun, Usulan Perbaikan ke PLN Belum Terealisasi

avatar Hanif

Bangkalan,BnewsNasional.id – Keluhan terkait rendahnya tegangan listrik (voltase drop) kembali mencuat dari warga Dusun Naro’an, Desa Soket Dajah, Kecamatan Tragah. Meski pemerintah desa telah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan kepada PLN dan survei lapangan telah dilakukan, hingga kini belum ada realisasi perbaikan yang dirasakan masyarakat.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku persoalan voltase listrik rendah tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kondisi itu menyebabkan berbagai peralatan elektronik rumah tangga tidak dapat berfungsi secara normal, terutama pada malam hari saat beban listrik meningkat.

Baca Juga: MOTU Indonesia Berkomitmen Tumbuh Bersama Indonesia dan Dukung Percepatan Kendaraan Listrik Nasional

“Sudah lebih dari tiga bulan sejak survei terakhir dilakukan. Bahkan titik tiang dan travo juga sudah dicek petugas. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” ujarnya kepada media ini.

Menurutnya, survei serupa juga pernah dilakukan sekitar tiga tahun lalu. Namun setelah itu tidak ada tindak lanjut yang jelas sehingga persoalan voltase rendah masih terus dirasakan warga.

Berdasarkan dokumen yang diterima media ini, Pemerintah Desa Soket Dajah sedikitnya telah dua kali melayangkan surat permohonan kepada Manajer PT PLN (Persero) ULP Bangkalan, yakni pada 20 April 2026 dan 8 Mei 2026.

Baca Juga: RESMI! PMII Bangkalan Dumas ke Kejaksaan, Kasus Dugaan Pungli PIP SDN Kamoneng Masuk Babak Hukum

Dalam surat tersebut, Kepala Desa Soket Dajah, Muhammad Haidar Humam, SH, menjelaskan bahwa warga Dusun Naro’an mengalami kesulitan akibat tegangan listrik yang tidak stabil dan cenderung rendah. Kondisi itu dinilai mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari serta berpotensi merusak peralatan elektronik.

Pemerintah desa juga meminta PLN melakukan penambahan daya, pemasangan trafo baru, atau penggantian kabel listrik yang dinilai sudah tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Minimnya daya listrik yang diterima warga menyebabkan sebagian peralatan elektronik tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga kebutuhan listrik masyarakat belum terpenuhi secara maksimal,” demikian salah satu isi surat permohonan tersebut.

Baca Juga: Sosialisasi Pengadaan Lahan Tower SUTT 150 kV Digelar di Kantor Kecamatan Arosbaya, Camat Tekankan Transparansi

Warga berharap PLN segera merealisasikan hasil survei yang telah dilakukan agar persoalan voltase drop yang berlangsung bertahun-tahun itu tidak terus berlarut.

Hingga berita ini ditulis, pihak PLN ULP Bangkalan belum memberikan keterangan resmi terkait tindak lanjut permohonan yang diajukan Pemerintah Desa Soket Dajah maupun hasil survei yang telah dilakukan di lokasi.(Team/Red)

Berita Terbaru