Bangkalan,bnewsnasional.id – Aktivis berinisial H akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan yang menyebut dirinya menerima uang sebesar Rp400 ribu dalam polemik dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN Kamoneng, Kabupaten Bangkalan.
H secara tegas membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan bahwa informasi dalam pemberitaan itu tidak pernah dikonfirmasi terlebih dahulu kepada dirinya, sehingga mengabaikan prinsip keberimbangan jurnalistik.
Baca Juga: Ribuan Nelayan Bangkalan Gelar Tradisi "Hajatan Laut", Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Pesisir
"Sampai berita itu diterbitkan, saya tidak pernah dimintai konfirmasi. Tiba-tiba nama saya dikaitkan dengan tuduhan menerima uang Rp400 ribu. Tentu saya keberatan karena informasi tersebut tidak pernah saya jelaskan ataupun diklarifikasi," ujar H.
Selain membantah materi berita, H juga menyoroti foto nomor rekening yang dipublikasikan dalam berita tersebut.
"Menegaskan bahwa rekening itu bukan miliknya" Jelasnya.
Baca Juga: SDN Plakaran Gelar Pelepasan Siswa dan Santunan Anak Yatim, Kelulusan Capai 100 Persen
H menilai pemberitaan sepihak tersebut berpotensi menimbulkan persepsi keliru di masyarakat. Menurutnya, jika ada bukti kuat mengenai dugaan pelanggaran, hal itu seharusnya diserahkan kepada aparat penegak hukum, bukan disimpulkan sepihak oleh media.
"Saya menghormati kerja jurnalistik dan kebebasan pers. Namun kebebasan tersebut juga harus dibarengi dengan tanggung jawab, verifikasi, dan konfirmasi kepada pihak yang diberitakan," tegasnya.
Baca Juga: Viral di TikTok, Puskesmas Tanah Merah Bantah Keras Dugaan Fee Rujukan Pasien
H berharap masyarakat menyikapi polemik ini secara objektif. Ia juga menyatakan siap memberikan klarifikasi kepada pihak mana pun yang membutuhkan penjelasan, sembari meminta semua pihak menghormati asas praduga tak bersalah.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan adanya pelanggaran oleh H. Belum ada pula bukti resmi bahwa nomor rekening yang beredar adalah miliknya.(Team/Red)
Editor : Redaksi