Diduga ada kong kalingkong di dalam tubuh polres nias : Krisis Kepercayaan terhadap Penegakan Hukum di Nias.
Nias Indonesia,bnewsNasional.id -Kasus meninggalnya Jance Zebua, seorang siswi SMK asal Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, kini bukan lagi sekadar persoalan hukum biasa. Perkara ini perlahan berubah menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap wajah penegakan hukum yang dinilai lamban, tertutup, dan kehilangan keberanian untuk membuka fakta secara terang-benderang. Hingga hari ini, publik masih dipertontonkan ketidakjelasan penanganan kasus tersebut. Tidak ada kepastian, tidak ada transparansi, dan tidak ada langkah tegas yang mampu menjawab kegelisahan masyarakat.
Baca Juga: Berkat Nias ; Kematian Jance Zebua Hingga Kini Menjadi Misterius, Pelaku Belum Terungkap
Menurut Deseri Harefa, kondisi ini sangat berbahaya bagi kepercayaan publik terhadap institusi Polres Nias. Sebab ketika kasus kematian seorang pelajar tidak kunjung menemukan titik terang, maka masyarakat akan mulai berpikir bahwa hukum sedang dipermainkan. Dugaan adanya praktik “kong kalikong” bukan muncul tanpa alasan, tetapi lahir dari lambannya proses penanganan dan minimnya keterbukaan aparat kepada publik.
“Rakyat tidak sedang mencari sensasi. Rakyat hanya ingin melihat apakah hukum benar-benar bekerja atau justru sedang dipelintir untuk melindungi pihak tertentu. Ketika kasus sebesar ini dibiarkan menggantung tanpa kepastian, maka publik berhak curiga,” tegas Deseri Harefa.
Deseri menilai, aparat penegak hukum seharusnya sadar bahwa diam dan lambannya penanganan perkara justru memperbesar spekulasi di tengah masyarakat. Jika memang tidak ada yang ditutupi, mengapa proses pengungkapan fakta berjalan begitu lambat? Mengapa publik seolah hanya disuruh menunggu tanpa penjelasan yang jelas? Sikap seperti inilah yang kemudian memunculkan asumsi bahwa ada kekuatan tertentu yang sedang bermain di belakang kasus ini.
“Kepolisian jangan alergi terhadap kritik. Kritik muncul karena masyarakat peduli terhadap keadilan. Tetapi jika kritik justru diabaikan dan kasus ini terus dibiarkan tanpa arah yang jelas, maka jangan salahkan rakyat jika akhirnya kehilangan kepercayaan terhadap institusi penegak hukum,” ujar Deseri.
Baca Juga: Polres Nias Kembali Amankan 2 Pengedar Narkoba, Barang Bukti Sabu 6,38 Gram Disita
Deseri Harefa secara tegas mendesak Kapolres Nias untuk segera mengambil langkah konkret dan transparan dalam menuntaskan kasus meninggalnya Jance Zebua. Jangan ada upaya menutup-nutupi fakta, jangan ada perlindungan terhadap siapa pun, dan jangan biarkan hukum tunduk pada relasi kekuasaan maupun kepentingan tertentu. Sebab hukum yang takut pada tekanan bukanlah hukum yang berpihak pada keadilan.
Menurutnya, kasus ini adalah ujian besar bagi integritas Polres Nias. Jika aparat mampu mengungkap fakta secara objektif dan terbuka, maka kepercayaan masyarakat masih bisa diselamatkan. Namun jika kasus ini terus menggantung tanpa kepastian, maka publik akan semakin yakin bahwa ada sesuatu yang sedang disembunyikan.
Kematian Jance Zebua tidak boleh menjadi sekadar angka statistik atau berita yang perlahan dilupakan. Di balik kasus ini ada keluarga yang menuntut keadilan, ada masyarakat yang menunggu kebenaran, dan ada wibawa hukum yang sedang dipertaruhkan. Negara tidak boleh kalah oleh dugaan permainan kepentingan. Sebab ketika hukum kehilangan keberanian untuk menegakkan kebenaran, maka sesungguhnya yang sedang mati bukan hanya rasa keadilan, tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap negara itu sendiri.(Deseri Harefa)
Baca Juga: Tengkorak Misterius di Sungai Batoto: Polres Nias Selidiki Identitas dan Kematian Korban
Editor : Redaksi