Bangkalan,bnewsnasional.id – Tensi ketegangan antara insan pers dan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bangkalan, Abdul Munib, kian memuncak. Tudingan miring mengenai adanya "oknum wartawan" yang dilontarkan Munib dalam forum organisasi resmi berbuntut panjang setelah salah satu jurnalis yang merasa disindir balik menyerang dengan nada keras.
Wartawan bernama Edi tersebut meradang dan menilai pernyataan Ketua PGRI Bangkalan telah sengaja menginjak-injak marwah serta nama baik profesi jurnalis yang dilindungi undang-undang.
Baca Juga: Seminggu Dibiarkan Menjuntai di Pasar Bunten, Kabel PLN Ancam Nyawa Pengendara
Secara tegas, Edi membantah infiltrasi opini liar yang mencoba menggiring dirinya sebagai wartawan bermasalah. Ia menggarisbawahi bahwa dirinya tidak pernah melakukan pemerasan, intimidasi, ataupun tindakan "ngamen" mencari uang kepada Ketua PGRI Bangkalan.
Baca Juga: Polres Bangkalan Dorong Peran Warga Cegah Balap Liar, Bukan Sekadar Menjadi Penonton
“Saya tidak pernah memeras. Saya tidak pernah minta uang! Saya hanya mengonfirmasi lewat WhatsApp soal transparansi iuran sekolah yang selama ini dikeluhkan banyak guru. Kalau wartawan menjalankan tugas bertanya lalu dicap oknum, itu sangat keterlaluan!” cecar Edi dengan nada tinggi kepada awak media, Jumat (29/05/2026).
Alergi Kritik dan Gagal Jawab Transparansi Iuran Edi membeberkan bahwa langkah konfirmasi yang ia tempuh murni merupakan bagian dari tugas jurnalistik sebagai kontrol sosial, terutama menyangkut aliran dana iuran yang ditarik dari para guru. Ironisnya, alih-alih mendapatkan jawaban yang jelas, Ketua PGRI justru dinilai gagap dalam memberikan transparansi.
Baca Juga: Detik-Detik Operasi Senyap Pomal dan Intel AL Stop Belasan Kendaraan Muat Rokok Ilegal di Suramadu
“Saya tanya secara baik-baik, uang iuran sekolah itu dipakai untuk apa dan bagaimana pengelolaannya? Tapi jawabannya justru muter-muter tidak karuan. Setelah itu, tiba-tiba muncul narasi menyerang soal oknum wartawan di forum. Ini kan aneh dan menggelikan,” sindir Edi.(Team/Red)
Editor : Redaksi