Bangkalan, bnewsnasional.id – Sorotan terhadap lemahnya pengawasan siswa di SDN Moarah 1, Kecamatan Klampis, kian menguat setelah pihak sekolah secara terbuka mengakui kelalaian yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan anak didik.
Pengakuan itu disampaikan Kepala SDN Moarah 1, Imam Syafii, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp. Dalam keterangannya, ia tidak membantah adanya kekosongan pengawasan saat jam pulang sekolah.
Baca Juga: Sengketa Transaksi Batik Berujung Dugaan Intimidasi di Burneh, Kedua Pihak Saling Klaim
“Waalaikumsalam, siap terima kasih mas atas informasinya. Kami pihak sekolah mengaku salah dan mohon maaf atas kelalaian ini dan akan kami jadikan evaluasi untuk ke depannya agar lebih baik lagi dalam melayani masyarakat,” tulisnya.
Namun, pengakuan tersebut justru memantik pertanyaan baru. Bagaimana bisa sekolah dasar yang notabene menampung anak-anak usia dini tidak memiliki sistem pengamanan dasar saat jam pulang? Terlebih, kondisi lalu lintas di depan sekolah disebut cukup padat dan rawan kecelakaan.
Sejumlah wali murid menilai, persoalan ini bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan bentuk lemahnya manajemen pengawasan yang seharusnya menjadi prioritas utama pihak sekolah.
Baca Juga: Beras Bantuan Pangan Di Bangkalan Diduga Berjamur Dan Mirip Pakan Ternak, Bulog Madura Langsung
“Ini bukan hal sepele. Anak-anak kami setiap hari mempertaruhkan keselamatan saat menyeberang tanpa pengawasan. Jangan sampai menunggu kejadian dulu baru serius dibenahi,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Meski pihak sekolah berjanji akan melakukan evaluasi, publik menilai langkah tersebut belum cukup. Diperlukan tindakan konkret dan segera, seperti penyediaan petugas penyeberangan, koordinasi dengan pihak terkait, hingga penataan sistem keamanan siswa saat jam rawan.
Baca Juga: Pemkab Luncurkan Program Pinjaman UMKM Bunga 0 Persen, Pelaku Usaha Sambut Antusias
Kasus ini juga memunculkan dorongan agar dinas terkait turun tangan melakukan pengawasan dan pembinaan, guna memastikan standar keselamatan di lingkungan sekolah benar-benar diterapkan.
Hingga berita ini diturunkan, wali murid berharap komitmen yang disampaikan tidak berhenti pada permintaan maaf semata, melainkan diwujudkan dalam langkah nyata demi menjamin keselamatan siswa setiap harinya.(Team/Red)
Editor : Redaksi