Distribusi MBG di Gegger Terhenti Hampir Sepekan, Wali Murid Pertanyakan Kejelasan Informasi

avatar Hanif

Bangkalan, bnewsnasional.id – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gegger, Kabupaten Bangkalan, menjadi sorotan setelah sejumlah penerima manfaat mengaku tidak menerima distribusi makanan selama hampir satu pekan.

Berdasarkan keterangan salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, penghentian distribusi terjadi sejak 23 hingga 28 Februari 2026. Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan orang tua siswa, mengingat sebelumnya pembagian MBG berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Baca Juga: Ulat Di Omprong MBG Tragah: Program Bergizi Tercoreng, SOP Diduga Diabaikan

“Biasanya rutin setiap hari sekolah, tapi mendadak berhenti. Kami tidak mendapat penjelasan resmi,” ungkapnya, Selasa (03/03/2026).

Ketiadaan distribusi tersebut bahkan sempat menjadi pembahasan serius di grup WhatsApp wali murid. Beberapa orang tua mempertanyakan penyebab terhentinya program, namun jawaban yang diterima hanya sebatas menunggu informasi lebih lanjut.

Program MBG yang dikelola dapur SPPG Kompol diketahui melayani sejumlah sekolah dasar, di antaranya SD Kompol 1, SD Kompol 3, SD Campor 2, SD Campor 3, SD Tegarpriyah 1, SD Tegarpriyah 2, dan SD Tegarpriyah 3.

Baca Juga: Kejari Bangkalan Jangan Bungkam! Kasus Dana Desa Saplasah Harus Diusut, Bukan Digantung!

Para wali murid berharap ada transparansi dari pengelola terkait kendala yang terjadi. Mengingat program tersebut menggunakan anggaran yang tidak sedikit, mereka menilai sudah sepatutnya ada penjelasan terbuka apabila terjadi penghentian sementara.

“Kami hanya ingin tahu apa kendalanya. Supaya tidak muncul spekulasi di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Kepala SPPG Kompol, Abdul Holik, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan internal terkait persoalan tersebut.

Baca Juga: Halal Bihalal Lintas Sektor Arosbaya, Momentum Perkuat Sinergi dan Pelepasan Purna Tugas

“Masih kami cek dulu,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan lanjutan terkait penyebab terhentinya distribusi MBG di wilayah tersebut. Masyarakat berharap program yang bertujuan meningkatkan gizi siswa itu dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat.(Team/Red)

Berita Terbaru