Diduga Maraknya Praktik Percaloan SIM di Satpas Polres Batu

avatar Redaksi

Malang Batu l bnewsnasional.id - Diduga Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Batu, Kabupaten Malang, kembali menjadi sorotan publik terkait maraknya praktik percaloan Surat Izin Mengemudi (SIM). Ironisnya, hal ini terjadi di tengah kampanye besar-besaran yang menempel di dinding Satpas dengan slogan Datang Urus Sendiri Kami Siap Melayani Anda. Dilarang Mengurus SIM dengan Orang Lain (Calo). Tgl.30/12/24

Berdasarkan penelusuran tim investigasi, para calo SIM dengan leluasa diduga beroperasi di lingkungan Satpas Polres Batu. Baik calo yang berasal dari luar maupun dari dalam lingkungan Satpas sendiri, menawarkan jasa pembuatan SIM dengan tarif yang jauh di atas ketentuan resmi.

Baca Juga: Diduga Terima Ancaman Pembunuhan Lewat WhatsApp, Jurnalis di Bangkalan Resmi Lapor Polisi

Salah satu modus operandi yang ditemukan adalah adanya sebuah grup WhatsApp yang dikelola oleh sebuah instansi swasta. Melalui grup tersebut, diduga ditawarkan jasa pembuatan SIM C dengan tarif Rp 850.000. Harga yang fantastis ini tentu saja sangat jauh dari ketentuan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016, di mana biaya pembuatan SIM C hanya sebesar Rp 100.000.

Baca Juga: Dugaan Praktik "Lepas Tangkap" Kasus Judi Online di Jember Mencuat, Nama Subdit Jatanras Terseret

SIM C maupun SIM A bisa kami urus dengan mudah dan cepat, tanpa tes, ujar salah satu calo yang mengaku berasal dari perusahaan swasta di Kabupaten Malang. Ia menawarkan jasa pembuatan SIM secara kolektif minimal lima orang dengan biaya Rp 850.000 per orang. Biaya tersebut sudah termasuk biaya tes psikologi, tes kesehatan, tes teori, dan praktek.

Praktik percaloan SIM ini jelas-jelas melanggar peraturan yang berlaku dan merugikan masyarakat. Para calo meraup keuntungan yang sangat besar dari praktik ilegal ini, sementara masyarakat harus menanggung beban biaya yang tidak semestinya.

Baca Juga: Akses Jalan Hancur dan Sawah Terdampak Limbah, Warga Desa Petapan Desak Tanggung Jawab Pabrik Beton

Hingga berita ini ditayangkan ke publik, awak media akan terus menanyakan kepada pihak-pihak yang terkait.(Red)

Berita Terbaru