Pembangunan Jalan

81 Tahun Indonesia Merdeka, Jalan Perbatasan Nias Barat Warga  Kini Kami Merasakan Harapan Baru!

Reporter : Redaksi

Pembangunan Jalan 860 Meter di Dusun I Soyamanu Buka Akses Ekonomi Masyarakat, Warga Apresiasi Sinergi Pemerintah Daerah dan Gotong Royong Masyarakat

NIAS BARAT, bnewsnasional.id — Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias Utara menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Peningkatan ruas jalan yang menghubungkan Dusun I Soyamanu, Desa Sitoluewali, Kecamatan Moro'o, Kabupaten Nias Barat, menuju perbatasan Desa Gunung Tua, Kecamatan Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara, kini telah memasuki tahap penyelesaian (finishing).

Pembangunan jalan dengan jenis Lapisan Penetrasi Macadam (Lapen) sepanjang kurang lebih 860 meter tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat yang selama ini mendambakan akses transportasi yang lebih baik.

Baca juga: Ketua DPP APAI Firman Gulo, S.H., Desak Pemprov Sumut Segera Perbaiki Jalan Sirombu–Mandrehe yang Rusak Parah dan Rawan

Bagi masyarakat, pembangunan jalan ini bukan sekadar pekerjaan fisik atau pembangunan infrastruktur semata. Lebih dari itu, jalan tersebut menjadi simbol hadirnya pembangunan, terbukanya akses pelayanan, serta peluang baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

Salah seorang warga, Ama Ganolo waruwu, bersama masyarakat setempat menyampaikan bahwa pembangunan jalan tersebut membawa kebahagiaan dan harapan baru bagi warga yang telah puluhan tahun menantikan peningkatan akses jalan.

"Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, kami sangat bersyukur karena pembangunan jalan ini mulai kami rasakan. Bagi masyarakat di wilayah perbatasan, jalan bukan hanya soal aspal atau batu, tetapi tentang kehidupan, kemudahan beraktivitas, dan kesempatan untuk meningkatkan perekonomian keluarga," ungkapnya.

Berdasarkan perkembangan pekerjaan di lapangan, pembangunan jalan tersebut diproyeksikan memasuki penyelesaian akhir dalam waktu sekitar tujuh hari ke depan, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca, kualitas pekerjaan, dan ketentuan teknis yang berlaku.

Jalan Adalah Penghubung Ekonomi dan Harapan Masyarakat

Pembangunan jalan memiliki manfaat strategis bagi kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Dengan semakin baiknya kondisi jalan, masyarakat diharapkan memperoleh kemudahan dalam mengangkut hasil pertanian, menjalankan kegiatan perdagangan, menjangkau fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta melakukan aktivitas sosial antardesa dan antarkabupaten.

Jalan yang layak juga berpotensi menekan biaya transportasi, memperlancar distribusi barang, dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Membangun jalan berarti membuka jalan menuju kesejahteraan. Infrastruktur yang baik bukan hanya menghubungkan satu desa dengan desa lainnya, melainkan juga menghubungkan masyarakat dengan peluang ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan masa depan yang lebih baik.

Oleh karena itu, pembangunan di kawasan perbatasan perlu dipandang sebagai bagian penting dari pemerataan pembangunan daerah, sehingga masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan juga dapat merasakan manfaat pembangunan secara nyata.

Gotong Royong dan Rasa Memiliki Menjadi Kekuatan Pembangunan,Berdasarkan pemantauan dan informasi masyarakat setempat, proses pengerjaan jalan tersebut turut diwarnai semangat kebersamaan dan kepedulian yang tinggi.

Masyarakat tidak hanya menantikan selesainya pembangunan, tetapi juga menunjukkan perhatian terhadap keberlangsungan pekerjaan. Semangat gotong royong, dukungan warga, serta keterlibatan para pekerja menjadi bagian penting dalam mendorong percepatan pembangunan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur akan lebih bermakna ketika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama.

Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam merencanakan, menganggarkan, melaksanakan, dan mengawasi pembangunan sesuai ketentuan. Sementara itu, masyarakat berperan dalam memberikan dukungan, menyampaikan aspirasi, serta ikut menjaga dan memelihara fasilitas umum yang telah dibangun.

Sinergi tersebut perlu terus dipertahankan agar hasil pembangunan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Warga Apresiasi Bupati Nias Barat dan Dinas PUTR,Atas perkembangan pembangunan tersebut, Ama Ganolo Waruwu bersama masyarakat Dusun I Soyamanu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nias Barat, khususnya Bupati Nias Barat, Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Nias Barat, serta pihak pelaksana pekerjaan yang terlibat dalam pembangunan jalan tersebut.

Menurut masyarakat, sekecil apa pun pembangunan yang dilaksanakan, apabila memberikan manfaat langsung bagi kehidupan warga, maka pembangunan itu memiliki arti yang besar.

Masyarakat berharap perhatian terhadap infrastruktur di wilayah perbatasan terus berlanjut, mengingat konektivitas jalan merupakan salah satu kebutuhan mendasar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Apresiasi tersebut juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari panjang jalan yang dibangun atau besarnya anggaran yang digunakan, melainkan dari kualitas pekerjaan, ketepatan sasaran, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Asas Manfaat dan Aturan Hukum Harus Menjadi Dasar Pembangunan

Baca juga: Rp4,42 Miliar Proyek Jalan Dahadano Botombawo–Talafu, Fisik Belum Terlihat! Kadis PUPR Arahkan Media ke PPK,bupati Turun

Dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur, aspek manfaat bagi masyarakat harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, kualitas pekerjaan, transparansi, dan akuntabilitas penggunaan anggaran.

Prinsip tersebut sejalan dengan sejumlah ketentuan yang menjadi landasan pembangunan dan pengelolaan keuangan daerah, antara lain:

1. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, sebagaimana telah diubah, terakhir melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022, yang mengatur penyelenggaraan jalan, termasuk pembangunan, peningkatan, pemeliharaan, dan pengawasan jalan sesuai kewenangan masing-masing.


2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah beserta perubahannya, yang mengatur pembagian urusan pemerintahan dan kewenangan pemerintah daerah, termasuk penyelenggaraan urusan pekerjaan umum sesuai pembagian kewenangan.


3. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, yang menekankan pengelolaan keuangan daerah secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan, kepatutan, serta manfaat bagi masyarakat.


4. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, sebagaimana telah diubah terakhir melalui Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025, yang menjadi landasan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah, termasuk pekerjaan konstruksi, dengan memperhatikan prinsip efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel.

 

Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, pembangunan jalan tidak cukup hanya dinyatakan selesai secara administratif. Hasil pekerjaan juga harus memenuhi spesifikasi teknis, standar mutu, ketentuan kontrak, serta dapat dimanfaatkan sesuai tujuan pembangunannya.

Karena itu, masyarakat berharap Dinas PUTR Kabupaten Nias Barat bersama pihak terkait tetap memastikan kualitas pekerjaan hingga tahap akhir, termasuk pemeriksaan hasil pekerjaan sesuai prosedur sebelum dilakukan serah terima.

Asas manfaat harus menjadi ukuran utama: anggaran yang digunakan wajib menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, aman, tahan lama, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Harapan kepada Bupati dan DPRD Nias Utara: Sambungkan Pembangunan Jalan dari Sisi Perbatasan

Baca juga: KELUARGA BESAR DINAS PENDIDIKAN NIAS BARAT MELAYAT, Sampaikan Duka Cita atas Berpulangnya Ayahanda Sekretaris Dinas.

Di balik rasa syukur atas kemajuan pembangunan di wilayah Nias Barat, masyarakat masih menyimpan harapan besar agar pembangunan jalan dilanjutkan dari sisi Kabupaten Nias Utara.

Untuk mewujudkan konektivitas antarkabupaten secara optimal, masyarakat mengharapkan perhatian Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, S.Pd., M.IP., bersama DPRD Kabupaten Nias Utara dan Dinas PUTR Kabupaten Nias Utara agar dapat mempertimbangkan kelanjutan pembangunan ruas jalan dari arah Desa Gunung Tua, Kecamatan Tugala Oyo, menuju Desa Sitoluewali, Kecamatan Moro'o.

Penyambungan ruas jalan tersebut dinilai penting agar pembangunan yang telah dilaksanakan di sisi Nias Barat dapat terhubung dengan jaringan jalan di wilayah Nias Utara.

Masyarakat berharap pemerintah kedua kabupaten dapat membangun komunikasi dan koordinasi, termasuk dalam perencanaan teknis, penentuan prioritas, serta penganggaran sesuai kewenangan masing-masing.

Dengan demikian, pembangunan jalan perbatasan tidak berhenti pada satu sisi wilayah saja, tetapi dapat berkembang menjadi jalur penghubung yang mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi bersama.

Pembangunan Harus Dirasakan hingga ke Wilayah Perbatasan

Pembangunan jalan di Dusun I Soyamanu menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan merupakan kebutuhan seluruh masyarakat, termasuk warga yang tinggal di kawasan perbatasan dan jauh dari pusat pemerintahan.

Masyarakat berharap semangat pembangunan tersebut terus berlanjut melalui kerja sama pemerintah daerah, DPRD, pelaksana pekerjaan, dan masyarakat.

Jalan yang dibangun hari ini diharapkan menjadi akses yang mempermudah kehidupan generasi mendatang, memperkuat hubungan sosial, serta membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di kedua kabupaten.

"Jangan ukur kecilnya pembangunan hanya dari panjang jalan yang dibangun. Ukurlah dari besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat. Sebab, satu ruas jalan yang layak dapat menjadi awal perubahan ekonomi, membuka harapan baru, dan menghadirkan makna kemerdekaan yang sesungguhnya bagi masyarakat di wilayah perbatasan."

Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga terasa manfaatnya dalam kehidupan masyarakat.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru