Bangkalan,bnewsnasional.id – UPT Puskesmas Sepulu memberikan klarifikasi terkait beredarnya video di media sosial TikTok yang menyoroti pelayanan pasien di Unit Gawat Darurat (UGD) pada Minggu, 20 September 2026 sekitar pukul 03.00 WIB.
Pihak Puskesmas Sepulu menjelaskan, saat kejadian seorang pasien datang ke UGD dalam kondisi sesak napas dengan membawa oksigen portable dari rumah.
Baca juga: KKNT UTM Tanamkan Budaya Saling Menghargai kepada Siswa SDN Gili Timur 2
Pada waktu yang bersamaan, kondisi ruang pelayanan UGD dan tempat tidur perawatan sedang penuh karena terdapat pasien lain yang juga tengah mendapatkan penanganan.
Meski dalam kondisi keterbatasan fasilitas, petugas UGD tetap memberikan penanganan awal kepada pasien. Oksigen yang dibawa pasien kemudian diganti dengan oksigen milik Puskesmas yang memiliki kapasitas lebih memadai sesuai kebutuhan kondisi pasien.
Kepala UPT Puskesmas Sepulu, Slamet Fitriady S, S.Kep., Ns., FISQua, mengatakan bahwa pihaknya memahami kekhawatiran keluarga pasien, khususnya ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Menurutnya, pelayanan tetap diberikan berdasarkan kondisi medis pasien serta ketersediaan fasilitas yang ada pada saat kejadian.
“Kami memahami bahwa keluarga pasien tentu merasa panik dan khawatir ketika menghadapi kondisi seperti itu. Namun pada saat kejadian, ruang UGD dan tempat tidur memang sedang penuh. Petugas tetap memberikan penanganan awal dan menggunakan fasilitas oksigen Puskesmas sesuai kebutuhan pasien,” ujar Slamet Fitriady S, S.Kep., Ns., FISQua.
Ia menegaskan, keterbatasan fasilitas pada saat itu bukan berarti pihak Puskesmas tidak bersedia memberikan pelayanan kepada pasien.
“Kami tidak bermaksud menolak atau tidak membantu pasien. Fasilitas yang ada saat itu sedang digunakan secara maksimal untuk pasien yang membutuhkan penanganan. Kami tetap berupaya memberikan pelayanan sesuai kemampuan fasilitas dan pertimbangan medis,” jelasnya.
Slamet juga menyampaikan bahwa pihak Puskesmas telah memberikan penjelasan kepada keluarga pasien mengenai kondisi ruangan serta ketersediaan oksigen yang sedang digunakan untuk pasien lainnya.
Pihak UPT Puskesmas Sepulu selanjutnya berkomitmen melakukan evaluasi terhadap pelayanan, terutama dalam menghadapi kondisi ketika kapasitas ruang dan fasilitas sedang penuh.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan berupaya meningkatkan mutu pelayanan. Kami juga berharap komunikasi antara petugas dan keluarga pasien dapat terus terjalin dengan baik, sehingga informasi yang diterima dapat dipahami secara utuh,” imbuh Slamet.
Baca juga: Seminggu Dibiarkan Menjuntai di Pasar Bunten, Kabel PLN Ancam Nyawa Pengendara
Puskesmas Sepulu juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.
Pihaknya mengajak seluruh pihak untuk menjaga komunikasi secara santun dan memberikan kesempatan kepada masing-masing pihak menyampaikan informasi secara lengkap agar persoalan dapat dipahami secara objektif.
“Kami tetap berkomitmen melayani masyarakat dengan hati dan memberikan pelayanan sesuai standar serta kemampuan fasilitas yang tersedia,” pungkas Slamet Fitriady S, S.Kep., Ns., FISQua.
UPT Puskesmas Sepulu Melayanani dengan Hati Pelayanan Satset, Watwet.(Team/Red)
Editor : Redaksi