Bangkalan, bnewsnasional.id - Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengambil langkah radikal untuk membersihkan wilayahnya dari praktik pungutan liar dan intimidasi. Melalui Satgas Terpadu Ormas Terafiliasi Premanisme, otoritas setempat kini menargetkan kelompok-kelompok terorganisasi yang berlindung di balik kedok organisasi kemasyarakatan (ormas).
Langkah agresif ini ditegaskan melalui peluncuran kampanye nasional tingkat daerah bertajuk “Stop Aksi Premanisme”. Satgas mendesak warga Madura, khususnya di Bangkalan, untuk mematahkan lingkaran setan ketakutan dan berani bersuara.
Baca juga: Seminggu Dibiarkan Menjuntai di Pasar Bunten, Kabel PLN Ancam Nyawa Pengendara
“Bagi masyarakat yang mengetahui atau mengalami aksi premanisme dalam bentuk apa pun, segera laporkan. Jangan diam!” tulis instruksi tegas dalam poster kampanye resmi yang dirilis Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bangkalan.
Baca juga: Polres Bangkalan Dorong Peran Warga Cegah Balap Liar, Bukan Sekadar Menjadi Penonton
Untuk menjamin efektivitas perburuan ini, Satgas telah mendirikan markas komando di Posko Satgas Terpadu, Jalan Soekarno Hatta Nomor 37, Bangkalan. Selain posko fisik, jalur intervensi cepat juga dibuka melalui kanal pengaduan WhatsApp langsung guna mempermudah warga mengirimkan bukti tindakan kriminal secara real-time.
Baca juga: Detik-Detik Operasi Senyap Pomal dan Intel AL Stop Belasan Kendaraan Muat Rokok Ilegal di Suramadu
Kehadiran satgas khusus ini menjadi sinyal peringatan keras bagi oknum ormas yang kerap meresahkan pelaku usaha dan masyarakat sipil lewat aksi pemaksaan berkedok uang keamanan atau premanisme gaya baru. Keberhasilan operasi ini kini bertumpu pada satu hal: keberanian masyarakat untuk melapor dan ketegasan aparat untuk mengeksekusi hukum tanpa tebang pilih.(Team/Red)
Editor : Redaksi