Bangkalan,bnewsnasional.id – Potensi usaha masyarakat di Desa Klampis Barat, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, terus didorong agar mampu berkembang dan memiliki jangkauan pasar yang lebih luas. Salah satunya melalui penguatan pelaku UMKM petis yang dilakukan Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Tim Pengabdian Masyarakat UTM turun langsung memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM petis di desa tersebut, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Pengabdian Mandiri LPPM UTM.
Baca juga: Seminggu Dibiarkan Menjuntai di Pasar Bunten, Kabel PLN Ancam Nyawa Pengendara
Pendampingan tidak hanya menyasar proses pembuatan produk, tetapi juga menyentuh aspek pengelolaan usaha, pengembangan produk dan strategi pemasaran di era digital.
Program tersebut mengusung tema “Penguatan UMKM Petis di Desa Binaan Klampis Barat melalui Manajemen Usaha, Inovasi Produk, dan Digital Branding untuk Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Lokal.”
Tim pengabdian terdiri dari Dr. Netty Dyah Kurniasari, S.Sos., M.Med.Kom., Dr. Hj. Iriani Ismai, Dra., M.Ml., dan Dr. Banun Diyah Probowati, STP., M.S., serta melibatkan tim mahasiswa, termasuk Muhammad Albi Putra Pratama dan tim.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Klebun Klampis Barat, Hj. Ulfatin Anisah. Sinergi tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah desa dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam pendampingan, para pelaku usaha diajak memahami bahwa perkembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menghasilkan produk. Pengelolaan usaha yang tertata, kemampuan berinovasi, serta strategi pemasaran menjadi faktor yang tidak kalah penting.
Salah satu fokus yang diberikan adalah pengenalan digital branding. Pelaku UMKM didorong mulai membangun identitas produk yang kuat dan memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi.
Baca juga: Polres Bangkalan Dorong Peran Warga Cegah Balap Liar, Bukan Sekadar Menjadi Penonton
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas. Produk petis yang selama ini berkembang di tingkat lokal memiliki peluang untuk diperkenalkan kepada konsumen dari berbagai daerah.
Tim UTM juga mendorong adanya inovasi terhadap produk. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan daya tarik produk ketika bersaing dengan produk sejenis.
Dr. Netty Dyah Kurniasari menyampaikan bahwa pengembangan UMKM perlu dilakukan secara terpadu.
“UMKM perlu diperkuat tidak hanya pada kemampuan produksinya, tetapi juga dalam manajemen usaha, inovasi produk, dan digital branding. Ketiga hal ini menjadi bagian penting agar produk lokal memiliki nilai tambah dan mampu bersaing,” katanya.
Baca juga: Detik-Detik Operasi Senyap Pomal dan Intel AL Stop Belasan Kendaraan Muat Rokok Ilegal di Suramadu
Selama kegiatan berlangsung, pelaku UMKM diberikan ruang untuk berdiskusi mengenai kondisi usaha mereka. Berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan, pengembangan produk maupun pemasaran menjadi bahan pembahasan bersama tim pengabdian.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat pendampingan lebih sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di lapangan. Dengan demikian, pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan secara nyata dalam aktivitas usaha sehari-hari.
UTM berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi UMKM petis di Klampis Barat. Selain meningkatkan kapasitas pelaku usaha, program tersebut diharapkan mampu mengangkat potensi ekonomi desa dan memperkuat keberadaan produk lokal Madura di pasar yang lebih luas.
Pengembangan UMKM berbasis potensi lokal juga diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi produk khas desa untuk berkembang menjadi komoditas yang memiliki daya saing.(HNF)
Editor : Redaksi