Jeritan Hati Ibu di Nias Utara: 8 Tahun Terpisah Tanpa Kabar, Ani Zalukhu Memohon Bupati Turun Tangan Cari 3 Anaknya.

Reporter : Redaksi
Ket Foto : Animati Zalukhu Sebagai Ibu dari Anak Ramo Ardi waruwu dan Kristian Waruwu Ket : foto saat tahun 2017.

Nias,bnewsnasional.id -Sebuah kisah pilu kemanusiaan menimpa seorang ibu bernama Animawati Zalukhu. Sambil berlinang air mata, Ani secara terbuka memohon keadilan dan bantuan dari berbagai pihak, khususnya kepada Bupati Nias Utara, untuk membantu menemukan ketiga anak kandungnya yang telah terputus komunikasi selama delapan tahun dan diduga dititipkan di sebuah panti asuhan tanpa kejelasan.

Konflik batin dan fisik ini bermula pada tahun 2017 ketika sang suami, almarhum Nasozisokhi Waruwu (Ama Ramo Waruwu), terjerat kasus hukum. 

Baca juga: Sambut HUT RI ke-81, Personel Polsek Lolofitu Moi Gotong Royong Hias Mako dengan Nuansa Merah Putih

Demi menyambung hidup dan menghidupi ketiga anaknya
Ramo Ardani Waruwu, Lili Kirstian Waruwu, dan Suci Kristiani Waruwu Ani terpaksa merantau ke Pekanbaru, Riau.
Namun, enam bulan di perantauan, pihak mertua menjemput ketiga anak tersebut untuk dibawa kembali ke Nias. 

Sejak suami Ani dikabarkan meninggal dunia pada tahun 2019, akses komunikasi dengan anak-anaknya diputus total oleh pihak keluarga mertua. 

Upaya pencarian mandiri di media sosial hingga kepulangannya ke Desa Fadoro, Kecamatan Afulu pada tahun 2023 tidak membuahkan hasil. 

Baca juga: Tanggapi Aspirasi Warga Terkait Jalan Lasara-Meafu, Bupati Nias Utara Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

Pihak mertua hanya menyatakan secara sepihak bahwa anak-anak tersebut telah berada di panti asuhan, tanpa mau memberikan rincian nama atau lokasi panti tersebut.Kini, Ani menuntut transparansi dan meminta perlindungan hukum bagi haknya sebagai seorang ibu kandung. 

Ia berharap besar kepada Pemerintah Desa Fadoro, Camat Afulu, serta instansi perlindungan anak untuk segera mendesak pihak-pihak terkait agar membuka informasi keberadaan buah hatinya.

Baca juga: Kapolres Nias Himbauan Warga Kibarkan Bendera Merah Putih Sepanjang Agustus sambut HUT ke-80 RI

"Kejadian ini menyiksa pikiran dan batin saya setiap saat. Membuat saya kehilangan arah. Saya berharap ada keadilan di negeri ini. Kenapa masih ada manusia yang ingin memisahkan ibu dan anak?"Animawati Zalukhu

“Bagaimana mungkin seorang ibu kandung diasingkan dan diputus haknya untuk mengetahui keberadaan darah dagingnya sendiri selama hampir sewindu? Jika benar anak-anak ini dititipkan di panti asuhan, panti mana yang menerima anak tanpa persetujuan resmi dan dokumentasi dari ibu kandungnya.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru