OTORITER Vs JERITAN HATI 1.500+ PPPK-PW NIAS BARAT: 8 BULAN BEKERJA TANPA GAJI, DAPUR RAKYAT TAK LAGI MENGEBUL

avatar Redaksi
Foto saat Bupati Eliyunus menyerahkan SK PPPK-PW Di Nias Barat
Foto saat Bupati Eliyunus menyerahkan SK PPPK-PW Di Nias Barat

NIAS BARAT, bnewsnasional.id – 11 Agustus 2026 – Krisis kemanusiaan dan kesejahteraan kini tengah melanda Kabupaten Nias Barat. Sebanyak lebih dari 1.500 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Perorangan Waktu Tertentu (PPPK-PW) hingga pertengahan Agustus 2026 ini masih meratap pilu karena belum menerima sepeser pun gaji mereka selama 8 bulan terakhir (sejak Januari 2026).

Ironisnya, proses penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK) seolah memberikan angin segar bagi mereka saat rampung pada Juli 2026 lalu.

Baca Juga: Akses Jalan Utama Ononamolo I Nyaris Putus, Keselamatan Anak Sekolah Terancam: Masyarakat Desak Pemkab Nias Barat.

Namun hingga kini, janji tinggallah janji; tidak ada kejelasan kapan hak atas keringat mereka akan dicairkan oleh Pemerintah Daerah.

Angka Rp 250 Ribu yang Ditahan : Antara Pengabdian dan Kelaparan Bagi para pejabat, nominal gaji PPPK-PW Nias Barat yang hanya Rp 250.000 per bulan mungkin hanyalah angka kecil yang tidak berarti. 

Namun, bagi 1.500 lebih jiwa yang mengabdi setiap hari, uang tersebut adalah penyambung nyawa untuk membeli beberapa kilogram beras demi anak dan istri di rumah."Kami bekerja setiap hari demi melayani daerah ini dengan upah yang sangat minim, hanya 250 ribu rupiah sembulan. Dan kini, upah yang tidak manusiawi itu pun tega ditahan selama 8 bulan. Kami punya keluarga, ada lebih dari 1.500 kepala keluarga yang terdampak langsung. 

Kami bingung harus mencari makan dari mana lagi," keluh salah seorang PPPK-PW dengan nada lirih kepada redaksi bnewsnasional.id, Senin (10/08/2026).

Narasi untuk Mengetuk Hati Bapak Bupati Nias BaratWahai Bapak Bupati dan segenap Pimpinan Kabupaten Nias Barat yang terhormat,Di balik meja kerja yang nyaman dan fasilitas jabatan yang serba berkecukupan, ada jeritan sunyi dari 1.500 lebih abdi masyarakat di daerah yang Bapak pimpin. Mereka bukan sekadar barisan angka di atas kertas laporan keuangan daerah; mereka adalah manusia, mereka adalah rakyatmu yang sedang kelaparan.

Baca Juga: Rapor Merah Nias Barat : 12 Program Unggulan Bupati Eliyunus Waruwu Dinilai Gagal Total, Ke Mana Aliran APBD?

Ketika malam tiba, bayangkan ada ribuan anak-anak di Nias Barat yang terpaksa tidur dengan perut kosong, atau para ibu yang menangis memandangi sisa beras yang sudah habis. Seribu lima ratus orang ini telah menunaikan kewajiban mereka tanpa mengeluh selama 8 bulan di bawah terik matahari dan rintik hujan.

Mereka tidak meminta kemewahan ataupun belas kasihan gratis—mereka hanya menuntut hak mutlak atas cucuran keringatnya demi bertahan hidup.Kami memohon dengan sangat, tanggalkanlah segala ego birokrasi, singkirkan benturan kepentingan politis, dan tataplah wajah-wajah lesu rakyatmu. 

Jabatan hanyalah sementara, namun penderitaan ribuan perut yang lapar akan menjadi catatan sejarah yang kelam. Tolong turunlah ke lapangan, dengarkan duka mereka, dan cairkan hak mereka hari ini juga. Karena saat ini, rakyat yang memilihmu sedang berjuang melawan rasa lapar.

Upaya Konfirmasi Menemui Jalan Buntu Demi menjaga keberimbangan berita, redaksi bnewsnasional.id telah melayangkan upaya konfirmasi secara patut kepada para pemangku kebijakan terkait, di antaranya : Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nias Barat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nias Barat Anggota DPRD Kabupaten Nias Barat 

Baca Juga: Duga DPRD Pakai Topeng, Hak Konsitusional Hilang ke bali Minggu Depan”Ditantang Buktikan Fungsi Pengawasannya Atas RSUD

Sangat disayangkan, hingga diterbitkan berita ini, tidak ada satu pun pejabat atau pihak terkait yang bersedia memberikan tanggapan resmi maupun kepastian. 

Bungkamnya otoritas terkait semakin memperpanjang daftar ketidakpastian yang mencekik kehidupan para pekerja.bnewsnasional.id mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Barat untuk segera mengambil langkah darurat, menyelesaikan hak-hak yang tertunda, serta memberikan transparansi utuh mengenai status dan kelayakan upah para PPPK-PW demi tegaknya keadilan sosial di bumi Nias Barat.

Kami membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya bagi pihak pemda maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan resmi.

Berita Terbaru