LOTU, NIAS UTARA,bnewsnasional.id– Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, memberikan respons langsung terkait aspirasi masyarakat di media sosial mengenai kondisi ruas jalan Lasara - Meafu - Mazingò menuju Hilinaa sepanjang 15,25 km. Pemerintah Kabupaten Nias Utara menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut tetap menjadi prioritas utama daerah dan tidak pernah diabaikan.
Menanggapi keluhan warga mengenai kerusakan parah di ruas Lasara sampai Meafu (sekitar 5,5 km) serta kendala penyeberangan di Sungai Meafu, Bupati Amizaro Waruwu menyatakan komitmen penuh pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini secara bertahap demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami sepakat bahwa ruas jalan ini sangat krusial karena merupakan urat nadi utama yang menghubungkan antar-desa, antar-kecamatan, hingga ke ibu kota kabupaten. Sebagai kepala daerah, saya menerima, memahami, dan menjadikan suara masyarakat serta anak-anak sekolah sebagai motivasi utama kami untuk terus bekerja keras tanpa mengenal lelah," ujar Bupati Amizaro.
Dalam keterangannya, Bupati memaparkan beberapa poin penting serta kronologi terkait progres dan kendala anggaran yang dihadapi:Kendala Efisiensi Anggaran 2025: Pemda Nias Utara sebenarnya telah memprioritaskan jalan ini pada TA 2025 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 11.193.489.604. Namun, akibat kebijakan pengetatan dan efisiensi anggaran di tingkat pusat, program yang sudah direncanakan matang tersebut terpaksa batal terlaksana.
Realisasi Pembangunan di TA 2026: Melalui perjuangan diplomasi anggaran yang intens, pada tahun 2026 Kabupaten Nias Utara berhasil mengamankan kembali satu-satunya anggaran DAK yang tersedia sebesar kurang lebih Rp 10 miliar.
Baca Juga: Nias Utara Terima Alokasi TKD Rp127 Miliar, Ini Penggunaannya
Saat ini, anggaran tersebut sedang direalisasikan di lapangan dan pembangunannya tengah berjalan (on progress) sesuai target.
Penyelesaian Bertahap hingga 2027: Mengingat keterbatasan anggaran, dana Rp 10 miliar di tahun 2026 baru mampu menjangkau pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 2,5 km.
Karena jarak menuju Sungai Meafu mencapai 5,5 km, sisa ruas jalan yang belum tersentuh telah resmi dimasukkan dalam daftar usulan prioritas utama pada TA 2027, baik melalui skema DAK maupun sumber pendanaan alternatif lainnya.
Baca Juga: Pemkab Nias Utara sambut kunjungan kerja Mendikdasmen RI di Bandara Binaka Gunungsitoli
Bupati juga tidak menampik bahwa saat ini kondisi fiskal dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Nias Utara sedang mengalami keterbatasan yang cukup ketat sehingga membutuhkan perhatian dan pemahaman bersama. Mengingat banyaknya infrastruktur jalan, jembatan, dan sektor pelayanan publik lain yang juga mendesak, Pemda harus melakukan pengelolaan skala prioritas yang sangat cermat."Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala kritik, masukan, dan kontrol sosial dari seluruh masyarakat.
Segala bentuk perhatian di media sosial kami pandang sebagai suplemen semangat bagi saya dan seluruh tim di pemerintahan. Pembangunan Nias Utara yang lebih baik adalah perjuangan bersama, dan kami membuka ruang koordinasi serta dialog selebar-lebarnya bagi warga yang membutuhkan kejelasan informasi, baik langsung dengan saya maupun melalui Dinas PUTR Kabupaten Nias Utara," tutup Bupati.Sumber Aqun Amizaro waruwu)
Editor : Redaksi