Bangkalan, bnewsnasional.id - Puncak kekecewaan warga terhadap lambatnya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bangkalan yang akhirnya meledak. Hal ini terjadi di Kecamatan Sepulu, masyarakat setempat terpaksa turun ke jalan untuk melakukan aksi penggalangan dana (amal) secara swadaya, guna memperbaiki jalan kabupaten yang rusak parah dan tak kunjung disentuh perbaikan oleh pemerintah daerah.
Aksi ini bukan sekedar upaya mencari biaya material, melainkan sebuah manifestasi protes keras atas abainya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terhadap fasilitas publik. Ironi di tengah masyarakat pun menyeruak, bahwa warga merasa seolah hidup tanpa kehadiran sosok pemangku pemerintah di wilayah mereka.
Baca juga: Seminggu Dibiarkan Menjuntai di Pasar Bunten, Kabel PLN Ancam Nyawa Pengendara
Transparansi Anggaran jadi sorotan publik, kini menodongkan telunjuk ke arah kepemimpinan Bupati Bangkalan. Masyarakat mempertanyakan efektivitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Mengingat perbaikan jalan berskala kabupaten seharusnya menjadi prioritas tahunan yang memiliki pos anggaran tetap.
"Sudah bertahun-tahun Bupati menjabat, tapi akses jalan ini dibiarkan hancur. Padahal kami tahu setiap jalan kabupaten itu ada jatah anggarannya. Kemana larinya dana tersebut? cetus salah satu warga di lokasi aksi dengan nada geram."
Fenomena patungan terkait perbaikan jalan ini, dinilai sebagai potret buram lambatnya Birokrasi dan minimnya kepekaan sosial Pemerintah terhadap urat nadi perekonomian warga. Jalan yang rusak bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan.
Baca juga: Polres Bangkalan Dorong Peran Warga Cegah Balap Liar, Bukan Sekadar Menjadi Penonton
Warga Kecamatan Sepulu kini menuntut tiga hal utama kepada Pemkab Bangkalan diantaranya yaitu, Transparansi alokasi anggaran infrastruktur jalan di Kecamatan Sepulu.
Realisasi perbaikan jalan secara permanen, bukan sekedar tambal sulam di tengah kehadiran nyata Bupati tentang persoalan mendasar rakyat. Rabu,(29/04/2006)
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih terus melanjutkan aksi swadaya tersebut sebagai bentuk sindiran, sekaligus solusi mandiri atas kebuntuan pembangunan di daerah mereka.
Baca juga: Detik-Detik Operasi Senyap Pomal dan Intel AL Stop Belasan Kendaraan Muat Rokok Ilegal di Suramadu
(Team)
Editor : Redaksi