Jejak Digital WhatsApp Disorot, Praktisi Ingatkan Risiko Privasi Pengguna

Reporter : Hanif

Bangkalan,bnewsnasional.id – Isu privasi aplikasi pesan instan kembali mencuat. Kali ini, seorang anggota grup WhatsApp Kabar Bangkalan bernama Arman memicu diskusi setelah membagikan penjelasan terkait jejak digital dalam penggunaan WhatsApp.

Dalam keterangannya di grup tersebut, Arman menyebut bahwa WhatsApp tidak sepenuhnya seprivat yang dibayangkan pengguna. Ia mengungkapkan, sejumlah aktivitas seperti obrolan yang telah dihapus, basis data tersembunyi, hingga log panggilan masih dapat meninggalkan jejak digital.

Baca juga: Sebagai Bentuk Perotes Pokmaswas Dan Kelompok Nelayan

“Dengan alat forensik yang tepat, bahkan data yang telah terenkripsi pun bisa diungkap dan dianalisis,” tulisnya dalam pesan yang beredar.

Arman juga menyinggung adanya perangkat lunak bernama WhatsApp Forensicator, yakni sebuah suite investigasi berbasis PC yang dirancang untuk kebutuhan forensik digital. Alat ini, menurutnya, dapat digunakan oleh pakar forensik, aparat penegak hukum, hingga peneliti untuk mengakses dan menganalisis data WhatsApp.

Beberapa kemampuan yang disebutkan antara lain mendekripsi database WhatsApp (Crypt12, Crypt14, hingga Crypt15), mengekstrak data tanpa perlu akses root, memulihkan obrolan yang telah dihapus, hingga menganalisis log panggilan dan aktivitas berbasis VOIP.

Tak hanya itu, data percakapan juga bisa disusun dalam bentuk timeline serta diekstrak bersama media dan metadata untuk dijadikan bukti digital yang dapat digunakan dalam proses hukum.

Penyampaian tersebut langsung menuai beragam tanggapan dari anggota grup. Sebagian mengaku khawatir terhadap keamanan data pribadi, sementara lainnya menilai informasi tersebut penting sebagai bentuk edukasi literasi digital.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai sejauh mana tingkat keamanan dan perlindungan data pengguna pada aplikasi WhatsApp.

Pengamat teknologi menyarankan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi pesan instan, termasuk tidak sembarangan membagikan informasi sensitif, serta rutin memperbarui sistem keamanan perangkat.

Dengan berkembangnya teknologi forensik digital, kesadaran akan jejak data menjadi hal yang kian penting di era komunikasi modern.(Team/Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru